saya akan jelasin yang saya ngerti dan yang saya pakai:
Saya tetap pake caranya master hotforex, karena saya gampang mabok kalau indikatornya dah mulai banyak. Dan saya suka yang simple-simple.. KISS kata orang-orang pinter Keep It Simple n Stupid
Jadi saya pake ZZnya master hotforex aja + ADX yang ada di indi ToR.
Untuk TF H1 ke bawah seperti saran master hotforex, SS gak saya pake..karena saya perhatikan SS agak lemot, jadi kalau TF kecil sering telat.
Cuma yang namanya indikator kan lumayan sering ngasih signal palsu (false signal), jadi saya kombinasi dengan 2 TF yang berbeda.
Saya pake TF M15 dan H1, masing2 dipasangi ZZ dan ToR untuk baca warna ADXnya.
Saya akan OP kalau kedua indi di 2 TF kompak:
Buy kalau
di M15 ZZ garis turun (=buy) dan
ADX M15 hijau (=buy) dan
di H1: ZZ garis turun (=buy) dan
ADX H1 hijau(=buy).
Sell kalau dan di
di M15 ZZ garis naik (=sell) dan
ADX M15 merah (=sell) dan
di H1: ZZ garis naik (=sell) dan
ADX H1 merah (=sell).
Kalau soal TP, memang saya pake TP kecil di pair yang galak seperti GJ supaya sering TP. Kalau OP sering, ya kan lagi nyoba, jadi selama syarat diatas memenuhi saya OP aja, walaupun biasanya gak lebih 3 OP dalam 1 trend.
Gitu penjelasan saya, semoga membantu.
Maaf kalau kurang jelas, maklum nubi
1 komentar:
Trader sebaiknya memiliki rencana atau sistem trading, sehingga tahu kapan masuk dan keluar pasar. Akibatnya trader tersebut tidak bingung, dan tidak mudah diombang-ambingkan pasar. Ia memiliki keyakinan pada diri sendiri. Sistem trading yang dimiliki harus komplet, mulai dari teknik analisis, manajemen uang dan risiko bersama Tickmill
Posting Komentar