Dan dari hasil survei dan pendapat para trader, bahwa: “pergerakan harga di pasar uang tersebut terbentuk dari kekeliruan dari para trader dalam menterjemahkan arah pergerakan harga” dikutip dari : http://edukasi.kompasiana.com || sudah saatnya "dancing with the market" http://forekita.blogpsot.com|| The One Stop Service for MQL 4, by :http://mqlcoder.weebly.com||ikut iklanin blog kamu? klik daftar
Tampilkan postingan dengan label tahap 3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tahap 3. Tampilkan semua postingan

11. Last Words For Piggers

0 komentar

Selamat! Anda telah menyelesaikan kelas Running Pig. Setidaknya sekarang Anda sudah dapat melakukan analisa teknikal dan fundamental dengan baik. Secara teknis kemampuan analisa Anda sudah lengkap. Tinggal memperdalamnya dan menambah jam terbang dalam trading sehari-hari.
Coba cek bagaimana perkembangan demo account Anda selama ini. Diharapkan Anda telah memiliki kemampuan untuk menggunakan platform, melakukan analisa teknikal dan fundamental untuk memprediksi pergerakan harga. Ini adalah modal yang sangat berharga dalam trading Anda kelak. Tinggal 2 hal lagi yang perlu diketahui maka Anda sudah tidak jauh dengan real trading. Kedua pengetahuan tersebut adalah mengenai Money/ Risk Management dan Trading Psychology. Kedua hal tersebut akan Kita bahas di kelas terakhir Kita: Hunting Fox.

Bisakah Saya membuka real account sekarang? Jika tujuannya adalah untuk berlatih ( beberapa orang menyukai berlatih dengan uang betulan untuk dapat merasakan bagaimana sebenarnya trading dengan real account ) maka jawabannya adalah BOLEH. Malah sebenarnya ini adalah waktu yang tepat bagi Anda untuk dapat mencoba apakah Anda dapat menerapkan trading Anda selama di demo pada real account.

Namun jika tujuannya untuk langsung menuju profit, hmm tunggu dulu. Masih ada beberapa kelas yang perlu dihadiri. Masih ada beberapa pelajaran. Masih ada beberapa pengetahuan “kecil” yang dapat membuat Anda tidak perlu jatuh bangun berkali-kali dalam bertrading. Namun untuk kelas terakhir ini coba tanyakan beberapa hal ini kepada diri Anda sendiri selama bertrading dengan demo:


  1. Bagaimana kondisi demo account Anda profit atau loss?
  2. Jika profit apakah itu karena sekedar tebak-tebak buah Manggis atau memang karena analisa Anda akurat?
  3. Jika loss, mengapa?
  4. Berapa besar titik Taking Profit dan Stop Loss Anda?
  5. Berapa besar kerugian berturut-turut yang pernah Anda alami selama mencoba demo (nama lainnya Max Drawdown)?
  6. Apa indikator teknikal yang Anda gunakan? Mengapa menggunakannya?
  7. Bagaimana Anda menangani news pada saat bertrading? Menghindari atau memanfaatkannya?
  8. Apa model trading Anda? Swinger, day trader atau scalper?
  9. Jam berapa waktu trading terbaik Anda?
Nah setidaknya 9 pertanyaan di atas cukup untuk melihat kembali bagaimana kondisi trading Anda sekarang.

10. Jam-jam market dan volatilitas

0 komentar
Pelajaran berikutnya, mari Saya bawa Anda untuk membandingkan pergerakan harga pada beberapa jam tertentu. Pelajaran kali ini akan membahas mengenai jam-jam terbaik untuk bertrading dan kaitannya dengan volume transaksi forex Kita.
 
Sekarang perhatikan pergerakan GBPUSD pada pukul 02.00 hingga kembali ke pukul 02.00.



Gambar diatas merupakan tampilan GBPUSD selama 24 jam dengan menggunakan time frame 30 menit. Artinya satu grafik candlestick mewakili pergerakan GBPUSD selama 30 menit. Terlihat pada area yang diraster dengan warna hijau harga bergerak dengan lamban dan dapat dikatakan miskin volatilitas pasar. Sebaliknya pukul 14.00 hingga pukul 02.00 nampak bahwa harga bergerak dengan aktif sekali dan menimbulkan fluktuasi yang luar biasa. Jika Anda cukup rajin memperhatikan grafik, hal ini terus menerus berulang setiap harinya dan tidak pernah tidak terjadi. Mengapa demikian?

Jawabannya ada pada jam pembukaan market. Pada pukul 02.00 hingga pukul 14.00 WIB, harga nyaris tidak bergerak dikarenakan memang market kebanyakan tidak sedang buka. Sebaliknya pada pukul 14.00 hingga pukul 02.00 WIB market London dan New York dibuka sehingga menyebabkan transaksi ramai terjadi dan akibatnya harga bergerak dengan aktif.

Jadi mengetahui kapan jam market dibuka akan sangat membantu Kita untuk mengetahui bagaimana pergerakan mata uang. Dan jangan lupa untuk menyamakan dengan mata uang yang Kita transaksikan. Sebagai contoh katakanlah Kita bertrading GBPUSD maka penting bagi Kita untuk mengetahui jam berapa market Inggris dibuka dan jam berapa market US dibuka. Kapan terjadi pertemuan kedua jam pembukaannya dan kapan market ditutup? Nah jika Anda bertrading USDJPY, maka kapan market inggris dibuka dan bagaimana kaitannya dengan trading Kita tidak masalah sama sekali. Sebaliknya Kita harus mengetahui kapan perdagangan Yen ramai dilakukan dan juga dengan USD.

Itu sebabnya jika Anda bertrading dengn mata uang negara-negara Eropa atau Inggris kebanyakan pergerakan terjadi pada malam hari. Jika pagi hari Anda melihat grafik GBPUSD, rasanya harga benar-benar lamban bergerak. Kebanyakan berita fundamental yang berkaitan dengan negara yang bersangkutan juga muncul pada jam-jam dimana marketnya dibuka. Tentu saja ini menambah keaktifan harga.
 
Sekarang yang menjadi pertanyaan jam-jam berapakah tepatnya market dibuka. Bagaimana jika Saya bertrading AUD? Jam berapa pasar AUD dibuka? Jangan khawatir, Belajar Forex telah menyediakan ringkasannya untuk Anda. Perhatikan gambar dibawah ini:



Daerah yang diberi warna hijau adalah jam dimana market dibuka. Untuk JPY misalnya, pasar dibuka dari pukul 07.00 hingga pukul 15.00 WIB atau jika diganti dengan format GMT menjadi pukul 00.00 – 07.00 GMT. Dengan demikian dapat dikatakan pada jam tersebut Yen aktif diperdagangkan. Sebaliknya untuk market USD, market dibuka pukul 20.00 hingga 04.00 WIB pagi hari. Itu sebabnya pada malam hari rasanya USD lebih aktif bergerak. Dari jam pembukaan market inilah Kita dapat mengetahui mengapa pasangan USDJPY kalah aktif dibandingkan dengan GBPUSD misalnya dalam perdagangan setiap harinya. Jawabnya ada pada saat pertemuan kedua market yang ada. Pada GBPUSD kedua market bertemu antara 20.00 hingga pukul 23.00 dimana kedua pasar dibuka. Sedangkan USDJPY tidak pernah mengalami jam dimana kedua market dibuka. Itu sebabnya GBPUSD sangat aktif pada jam 20.00 hingga 23.00 WIB sementara USDJPY tidak terlalu aktif sepanjang hari meski tidak dapat juga dikatakan tidur sama sekali.
 
Nah ini akan membantu Anda untuk menyesuaikan kapan jam terbaik dalam bertrading bagi Anda secara pribadi. Jika Anda adalah seorang karyawan yang bekerja dari pagi hingga sore hari sehingga tidak memiliki cukup waktu untuk melihat pergerakan mata uang melalui kantor maka mungkin Anda dapat bertrading pada malam hari. Bukan saja membantu supaya konsentrasi pekerjaan Anda tidak terpecah ( sehingga si Boss marah-marah ) tapi juga pada malam hari harga bergerak lebih cepat sehingga waktu untuk menunggu harga mencapai titik Taking Profit menjadi lebih singkat. Bertradinglah pada mata uang Eropa dan US. Contohnya EURUSD, USDCHF atau GBPUSD.

Jika Anda adalah seorang pensiunan atau seorang ibu rumah tangga yang notabene memiliki cukup waktu mengamati pergerakan mata uang, tidak ada salahnya bertrading pada AUDUSD atau USDJPY yaitu negara-negara yang selisih waktunya tidak terlalu jauh dengan Indonesia atau Malaysia tempat dimana Kita tinggal.

Perlu dicatat juga bahwa kadangkala pergerakan yang cepat dari mata uang dan tingginya volatilitas tidak selalu menjamin bahwa Kita memperoleh profit. Jika Anda adalah seorang analis teknikal murni maka seringkali jam-jam pada saat market dibuka adalah jam-jam yang menjengkelkan sebab analisa teknikal Kita seringkali melenceng dikarenakan banyaknya isu-isu dan berita fundamental yang dapat menyebabkan harga bergerak dengan aktif sekali. Mereka yang bertrading dengan menggunakan analisa teknikal cenderung lebih menyukai situasi yang tenang dan dapat diprediksi oleh sejumlah indikator mereka. Itu sebabnya banyak yang bertrading bahkan di pagi hari yang meskipun pergerakan terjadi dengan lamban sekali tapi setidaknya mata uang dapat diprediksi dengan lebih baik. Nah dari sini, tentukan mau bagaimana Anda bertrading? Jika Anda lebih menyukai analisa teknikal, lebih baik hindari berita-berita fundamental yang muncul pada saat market buka. Bertradinglah justru pada saat market sedang tutup untuk mendapatkan hasil terbaik. Sebaliknya jika Anda menyukai sebuah keramaian dan percepatan menjadi faktor utama maka carilah jam-jam dimana market dibuka.






















































9. Menyaring Berita

0 komentar
Terdapat kurang lebih 50 berita-berita fundamental yang dapat mempengaruhi pergerakan mata uang yang Anda tradingkan. Namun tidak semua berita tersebut berpengaruh secara signifikan. Beberapa diantaranya dapat membuat mata uang bergerak drastis. Lainnya hanya menimbulkan riak-riak kecil dan tidak cukup berarti untuk membuat trading profit. Berita mana saja yang penting dan mana yang tidak penting?
 
Nah ini menjadi sebuah isu yang penting jika Kita ingin menjadi seorang trader setiap waktu dan tidak kenal musim. Hari ini ketika artikel ini dibuat ada seKita 10 berita fundamental yang patut diperhatikan mulai dari keputusan suku bunga hingga perihal masalah employment change. 
 
Satu kata kunci jikalau Kita mau menguasai faktor fundamental dalam forex adalah membacanya! Untuk dapat mengetahui bahwa sebuah berita fundamental penting atau tidak memang diperlukan pengalaman dan pengetahuan. Namun beberapa website juga ada yang berbaik hati memberikan kriteria untuk setiap berita apakah berita tersebut tidak penting, cukup penting atau sangat penting. Nah berbahagialah jika Kita mendapatkannya.

Untuk berita-berita yang tidak penting memang adalah baik untuk mengabaikannya serta tidak menghubungkan dengan trading Anda sama sekali dikarenakan hanya memberikan pengaruh tidak signifikan dan merecoki trading Kita. Namun berita-berita seperti Interest rate dan Employment Change adalah berbahaya untuk diabaikan begitu saja.

Hal lainnya yang perlu Anda perhatikan juga adalah pasangan mata uang yang Anda tradingkan. Jika Anda bertrading AUDUSD, maka cukup perhatikan berita kedua negara tersebut saja. Jika muncul berita kenaikan suku bunga namun itu berasal dari Kanada ya tidak perlu diperhatikan. Abaikan saja. Namun untuk AUD Anda juga perlu mengetahui apa yang terjadi dengan negara tetangganya yang bermata uang NZD yaitu Selandia Baru (New Zealand) dikarenakan mereka sangat dekat dan mirip satu sama lain.

Nah pertanyaannya berita-berita mana saja yang perlu Saya perhatikan dan mana yang tidak perlu?

Selain dari resume website yang Anda gunakan, Anda perlu memahami berita-berita penting yang terkait dengan trading Anda. Kita sudah mempelajarinya pada bahasan sebelumnya bahwa kebanyakkan website penyaji berita forex memberi tAnda berita mana saja yang tidak terlalu berpengaruh, cukup berpengaruh atau sangat berpengaruh terhadap pergerakan mata uang.

Selain itu juga telah disampaikan bahwa hanya berita negara dimana mata uangnya Anda tradingkan yang perlu Anda perhatikan. Sebagai contoh jika Anda bertrading GBPUSD maka cukuplah Kita melihat berita dari kedua negera tersebut saja. Meskipun ada berita penting yang akan dikeluarkan hari ini namun itu adalah berita dari negara Kanada misalnya, ya cukup diabaikan saja.

Namun kedua hal diatas seringkali tidaklah cukup. Beberapa trader pemula mengalami masalah berkaitan dengan analisa fundamental dikarenakan kurangnya pemahaman mengenai detail dari setiap rumor yang berkembang di market dan berita yang muncul. Namun jangan khawatir, artikel kali ini akan membantu Anda untuk mengatasi kedua hal tersebut.

Pertama mengenai isu. Jarak dan kecepatan rumor yang beredar menjadi penting disini. Masalahnya Kita sama sekali tidak mengetahui apa yang sedang terjadi mengenai pendapat pasar secara keseluruhan. Sebagaian besar transaksi forex terjadi pada bursa luar negeri. Ketika terjadi aksi pembelian atau penjualan besar-besaran karena adanya rumor yang beredar dan bukan karena berita fundamental Kita akan kerepotan karena sungguh-sungguh tidak mengetahui apa yang sedang terjadi. Untuk itu Kita memerlukan akses yang dapat membantu Kita mengetahui informasi yang sedang beredar di market pada saat Kita sedang bertrading. Sumber informasi yang dapat mengakomodasi bagaimana kondisi market saat itu dan harus diupdate dengan cepat. Untungnya, jika Kita menggunakan paltform dari GAIN Capital, hal tersebut disediakan. Jika Anda memperhatikan platform, terdapat tab berjudul “COMMENTARY” pada bagian kanan dari platform yang bernama FOREX Insider. Tab ini khusus membahas berbagai “pernak-pernik” dalam keseharian bertrading seperti bagaimana kondisi market pada saat jam tersebut dan rumor-rumor yang beredar pada saat itu bila ada. Berita yang ditampilkan tidak terlalu detail dan panjang lebar namun justru itulah kelebihannya. Ini membuat news pada FOREX Insider dapat diupdate dengan cepat bahkan mendekati realtime. Tab ini berbeda dengan Daily Fx Analysis pada bagian lain di platform yang membahas berita forex namun bersifat lebih komprehensif. Karena lebih komprehensif maka update juga membutuhkan waktu. Gambar dibawah ini menunjukkan tampilan FOREX Insider tab pada platform Forex.com. Letaknya disebelah kanan dari platform. 
 
 
 
Ada banyak informasi-informasi penting yang dapat Anda peroleh dengan menggunakan window FOREX Insider ini. Kadang FOREX Insider menampilkan aksi pembelian atau penjualan sejumlah bank besar yang dapat mempengaruhi pergerakan pasar. Atau informasi seputar isu inflasi Inggris yang sedang meningkat pada saat tulisan ini dibuat. Saya harap FOREX Insider dapat membantu Anda dalam bertrading dan menangani isu-isu yang beredar diseputar market.

Nah sekarang berkaitan dengan berita yang muncul dan mana yang penting dan mana yang tidak, seperti telah dibahas, website dapat membantu Anda untuk memilah-milah mana berita yang penting dan mana yan tidak. Namun adalah lebih baik bagi Anda untuk dapat memahami lebih detail mengenai berita yang perlu Anda simak. Sebagai contoh, Retail Sale. Dari penjelasan pada sub bab sebelumnya indikator ini tergolong penting. Tapi tahukan Anda apa Retail Sales itu? Mengapa jika Retail Sales naik mata uang bisa naik? Nah kalau Anda belum tahu, ada baiknya Anda membacanya mulai dari sekarang.

Pada Belajar Forex terdapat puluhan artikel fundamental baik yang cukup penting atau yang sangat penting untuk Anda pelajari. Semuanya dalam Bahasa Indonesia untuk memudahkan Anda mempelajarinya. Namun untuk memudahkan Sekolah Anda saat ini, berikut dilampirkan beberapa berita ekonomi yang perlu Anda simak beserta keterangan singkat dan pengaruhnya terhadap mata uang. Ingat bahwa Anda selalu dapat mengetahui lebih detail informasi berita fundamental pada section Analisa Fundamental di website ini.
 
1. Average Earning Index (AEI atau biasa disebut Average Earning saja): Berita ekonomi ini biasanya dikeluarkan oleh Inggris dan Kanada. AEI memberikan informasi pendapatan para pekerja dan hubungannya dengan tingkat inflasi melalui indikator fundamental lainnya yang disebut RPI (Retail Prices Index). Bila AEI mengalami kenaikan lebih cepat dibandingkan RPI maka ini adalah indikasi bahwa upah mengalami kenaikan lebih cepat dibandingkan kenaikan harga barang. Hal ini baik bagi perekonomian sebuah negara namun dampak negatifnya adalah naiknya tingkat inflasi.
Pada forex trading apabila inflasi mengalami kenaikan maka mata uang cenderung akan menguat dikarenakan ekspektasi meningkatnya suku bung. Dengan demikian dapat disimpulkan bila AEI mengalami kenaikan maka mata uang akan naik juga. AEI tergolong high volatility expected indicator.

2. Chicago PMI: Ini adalah indikator fundamental khusus yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat. Chicago PMI (atau PMI saja) memberikan informasi naik atau turunnya tingkat pengeluaran para purchasing manager di kota Chicago yang banyak diantaranya merupakan industri manufaktur. Naiknya indikator ini merupakan indikasi menguatnya mata uang USD. PMI tergolong high volatility expected indicator. Oh ya, PMI itu singkatan dari Purchasing Manager’s Index

3. Consumer Price Index (CPI): Inggris dan Amerika Serikat merupakan negara yang paling sering mengalami naik turunnya mata uang dikarenakan berita CPI ini. CPI merupakan indiakator penentu tingkat inflasi di titik konsumen. CPI sendiri membantu menentukan berapa besarnya kepercayaan konsumen dalam satu bulan dalam melakukan pembelian. Apabila CPI naik maka mata uang negara yang bersangkutan juga akan ikut naik. CPI tergolong indikator medium volatility expected namun apabila perhitungan CPI dilakukan diluar sektor makanan dan energi maka CPI dapat menjadi high volatility expected fundamental indicator karena kedua sektor tersebut merupakan sektor yang paling sering berubah dari waktu ke waktu. CPI biasa dikeluarkan seKitar tanggal 13 setiap bulannya pada pukul 20.30 WIB (13.30 GMT).

4. Gross Domestic Product (GDP): Hampir semua orang tahu apa itu GDP. Bahasa Indonesianya Produk Domestik Bruto. GDP merupakan salah satu indikator fundamental penting dalam keseharian forex Kita. Bila GDP mengalami kenaikan maka secara sederhana mata uang akan menguat dikarenakan produksi sebuah negara juga meningkat.

5. Money Supply: Indikator ini mengukur tiga hal yaitu jumlah uang yang beredar di masyarakat dalam bentuk koin atau kertas, besarnya pinjaman bank kepada masyarakat dan jumlah perubahan nilai hutang yang belum dilunasi oleh pemerintah. Naiknya Money Supply biasanya akan menyebabkan mata uang menguat.

6. Non Farm Payrolls: Ini salah satu berita yang paling ditunggu-tunggu oleh kebanyakan trader fundamental. Non Farm Payroll (dikeluarkan oleh US) muncul sebulan sekali pada hari Jumat minggu pertama. Non Farm Payrolls mengukur besarnya pengeluaran pemerintah dalam pembayaran gaji diluar sektor pertanian dibandingkan bulan sebelumnya. Meningkatnya Non Farm Payrolls dapat mengakibatkan mata uang menguat dengan drastis dalam hitungan puluhan hingga beberapa ratus point. Jadi NFP dapat digolongkan indikator very high volatility expected.

7. Producers Price Index (PPI): PPI merupakan indikator pengukur tingkat inflasi sama seperti CPI. Bedanya jika CPI berada di sisi konsumen maka PPI mengukur inflasi dari tingkat produsen. Kenaikan harga bahan baku, biaya transportasi dan berbagai komponen produksi menjadi bagian dari perhitungan PPI. Jika PPI mengalami kenaikan maka mata uang akan menguat. PPI biasa dikeluarkan seKitar tanggal 11 setiap bulan pukul 20.30 WIB (13.30 GMT). PPI tergolong high voltility expected indicator.
 
8. Retail Sales: Retail Sales mencatat total penjualan barang di sektor tetapi tidak termasuk jasa karena pengukuran jasa tergolong sulit. Retail Sales merupakan salah satu indikator yang baik untuk mengukur tingkat pengeluaran konsumen. Biasanya bil AEI (Averaga Earning Index) mengalami kenaikan maka Retail Sales juga akan meningkat karena naiknya upah pasti diikuti meningkatnya konsumsi. Bila Retail Sales naik maka mata uang juga akan naik nilainya. Retail Sales dikeluarkan seKitar tanggal 12 setiap bulannya pada pukul 20.30 WIB (13.30 GMT).
 
9. Trade Balance: Trade Balance adalah selisih antara nilai ekspor dikurangi nilai impor sebuah negara. Nilai minus menunjukkan impor lebih besar dibanding ekspornya dan sebaliknya jika positif itu menunjukkan espor lebih besar dibandingkan impor. Kebanyakan negara yang sedang melakukan ekspansi perdagangan atau negara berkembang memiliki Trade Balance yang negatif. Namun demikian dalam pasar uang, semakin positif nilai Trade Balance maka semakin menguat nilai mata uang negara tersebut.

10. ISM Manufacturing Index (ISM-MI): Insititute of Supply Management Manufacturing Index merupakan indikator terbesar untuk indikator fundamental yang mengukur indeks manufaktur. Dikeluarkan pada hari pertama jam kerja setiap bulannya, ISM-MI merupakan hasil surver lebih dari 20 industri manufaktur dan melibatkan 300 purchasing manager di Amerika. Cara pembacaannya kurang lebih sama, bila ISM-MI mengalami kenaikan tentu saja mata uang negara yang bersangkutan akan menguat.

11. Consumer Confidence Index (CCI): merupakan indikator yang mengukur tingkat kepercayaan pada 5000 konsumen yang di survey dan pAndangan mereka terhadap prospek ekonomi kedepan. CCI dikeluarkan setiap hari Selasa pada akhir bulan pukul 22.00 WIB (15.00 GMT). Bila CCI mengalami kenaikan itu artinya kepercayaan konsumen meningkat terhadap perkembangan ekonomi dan mengakibatkan mata uang dapat meningkat. CCI tergolong Moderate Volatility Expected indicator.

12. Interest Rate Statement: Setiap bulannya Bank Sentral tiap-tiap negara selalu mengumumkan kebijakan suku bunga bank sentral sebagai patokan bagi bank-bank lainnya di negara tersebut. Keputusannya apakah naik, turun atau tetap. Suku bunga tersebut pada akhirnya akan menentukan besarnya suku bunga deposito, kredit, tabungan dan berbagai kebijakan pinjam-meminjam lainnya pada dunia perbankan di negara itu. Dapat dikatakan kebijakan suku bunga merupakan salah satu aksi final Bank Sentral terhadap berbagai kondisi ekonomi yang terjadi di negaranya.

Pasar uang termasuk jenis investasi yang sensitif terhadap perubahan suku bunga. Terutama apabila terjadi perubahan suku bunga yang tidak diprediksi sebelumnya oleh pasar. Sederhananya apabila terjadi kenaikan suku bunga maka dapat dikatakan bahwa mata uang akan meningkat dengan drastis dan sebaliknya apabila terjadi penurunan suku bunga maka mata uang akan mengalami pelemahan dengan drastis pula. Kebanyakan negara maju menahan laju suku bunganya untuk menghambat terparkirnya dana di Bank dan tidak diolah menjadi investasi di dunia riil. Sebaliknya pada negara berkembang biasanya pemerintah mencetak terlalu banyak uang untuk membiayai kegiatan pembangunan. Untuk itu diperlukan kebijakan suku bunga yang lebih kompetitif guna menarik uang yang terlalu banyak beredar dipasar dengan cara membuat bunga tabungan dan deposito terlihat menarik. Pada saat tulisan ini dibuat, suku bunga Jepang ada pada rate 0.5% sedangkan US dan Inggris berturut-turut di level 5.25% dan 5.50%. Indonesia? Kondisi makro ekonomi Indonesia sedikit membaik sejak awal 2007 sehingga suku bunganya turun dari 9.5% menjadi 8.25%.

Ingat bahwa Anda dapat kapan saja membaca resume lengkap mengenai berita fundamental diatas pada bagian lain di website ini yang membahas khusus mengenai artikel fundamental. Semakin banyak detail yang Anda tahu akan semakin membantu Anda dalam bertrading.
 

8. Emas dan Dollar Australia

0 komentar
Kalau sebelumnya kita sudah mempelajari kaitan harga minyak mentah dengan US Dollar, Dollar Kanada dan Norwegian Krona, kali ini kita kembali akan mempelajari kaitan forex dengan pasar komoditi khususnya harga emas. Kalau minyak paling berkaitan dengan US Dollar, bagaimana dengan emas? Dengan mata uang apa komoditi ini berkaitan? Mari kita telusuri bersama! 
 
Sebelum lahirnya uang, emas sudah sejak lama dijadikan sebagai barang pembanding dan nilai tukar untuk berbagai keperluan manusia. Sifatnya yang tahan karat, tidak mudah terurai, dan tentunya indah menjadikan bahan tambang yang satu ini dikenal sebagai barang tambang istimewa. Bersama dengan perak dan platina, emas dikenal sebagai golongan logam mulia. Bahkan meskipun bersama dengan perak dan platina, emas tetap yang diutamakan. 

Dalam perkembangan ekonomi modern, pada mulanya banyak bank sentral negara-negara menjamin nilai tukar mata uangnya dengan emas. Maksudnya begini: seperti kita ketahui bersama bahwa uang modern tidak lagi dibuat dari emas (boro-boro, lha uang 500 perak masak dibuat dari emas?) melainkan dari kertas. Dengan demikian sebenarnya nilai intrinsiknya (nilai yang sesungguhnya) bisa dikatakan sangat murah atau hampir tidak ada. Bayangkan bagi beberapa puluh tahun silam, dimana saat negara-negara berkembang baru saja merdeka dan bank sentral didirikan. Mengeluarkan uang kertas sebagai nilai tukar dapat membuka keraguan masyarakat apakah benar uang tersebut sama berharganya dengan barang yang lain yang memang memiliki nilai intrinsik yang tinggi. Nah sebagai cara menjaminnya, pemerintah pada masa itu umumnya berani mengklaim bahwa uang kertas yang dikeluarkan mereka dijamin oleh cadangan emas yang dimiliki negara. Artinya bila masyarakat merasa tidak yakin dengan uang yang dikeluarkan bank sentral, mereka dapat saja menukarkannya kembali dengan emas. Tentu saja sisi kepraktisannya berkurang dibandingkan dengan perdagangan lewat uang kertas, namun dengan cara inilah masyarakat dunia mula-mula mempercayai uang kertas tiap-tiap negara sebagai nilai tukar yang sah.
Berjalan dengan waktu dan terbentuknya peradaban modern, bank sentral berangsur-angsur tidak lagi menjamin uang kertas yang mereka keluarkan dengan emas dan menjadikan emas justru sebagai salah satu komoditas perdagangan seperti layaknya barang-barang lain diluar sana. Ini dikarenakan kepercayaan publik telah jauh lebih baik terhadap pemerintahnya. Sekedar informasi, Bank Indonesia juga pernah kok menjamin Rp yang mereka keluarkan dengan emas pada awal-awal kemerdekaan Indonesia. 

Well, itu sejarah emas. Tapi apakah dengan demikian emas sudah tidak lagi berharga didunia modern? Tentu saja tidak. Meski tidak digunakan sebagai alat pembayaran yang sah lagi, emas tetaplah emas. Nilainya diakui di dunia seperti layaknya kejujuran yang diakui kemana pun kita pergi di dunia ini. Kegunaan utamanya adalah sebagai perhiasan. Beberapa komponen elektronik juga mengharuskan penggunaan sedikit emas dikarenakan sifat konduktansi dan daya bentuknya yang jauh lebih baik dibandingkan dengan tembaga (ya kalau tidak ngerti konduktansi tidak apa-apa, kita tidak akan menggunakannya dalam trading forex atau emas). 
Pada zaman dimana komoditas pertambangan diperdagangkan di bursa seperti saat ini, emas juga dijadikan salah satu komoditas utama yang diperdagangkan bersama dengan komoditas lainnya seperti minyak bumi, kapas, gandum, susu dan banyak lainnya. Di Indonesia memang belum ada bursa komoditi seperti ini namun masyarakat luar negeri sudah sangat terbiasa dengan perdangangan berjangka komoditi. 

Emas selain diperdagangkan juga ada kalanya menjadi cadangan devisa atau cadangan dan bagi beberapa pemerintahan atau institusi besar. Pada saat nilai tukar Dollar Amerika turun, biasanya emas dan minyak menjadi salah satu sasaran produk yang diburu untuk menggantikan Dollar yang merosot.

Dengan demikian, bisa dibilang emas menjadi cukup seksi saat ini. Tapi apa sisi praktisnya? Begini, salah satu negara penghasil emas terbesar di dunia saat ini adalah Australia. Negara Kangguru ini memang dikenal sebagai negara eksportir barang-barang tambang. Lebih dari 50% produk yang mereka ekspor adalah komoditas termasuk logam mulia. Perhatikan statistik dibawah ini: 



Kita dapat melihat bersama bahwa barang tambang dan bahan bakar merupakan ekspor utama Australia. Lantas berapa besar ekspor emas Australia? Tidak besar-besar amat kok, untuk tahun 2007 besar ekspor emas non moneter Australia "hanya" sebesar 11.4 Milyar Dollar Australia. Tidak besar bukan? Hehehe. 

Bagi banyak trader khususnya mereka yang bertrading jangka panjang, bertrading Dollar Australia sama artinya dengan bertrading emas. Pergerakannya yang mirip menjadikan harga emas dan nilai tukar negara ini saling mempengaruhi. Mari kita lihat contoh riilnya berikut ini: 



Dapat kita lihat bersama bahwa harga AUDUSD sangat mrip dengan harga emas yang juga dibandingkan terhadap Dollar Amerika (XAUUSD). Terlihat ketika emas mengalami kenaikan, dalam beberapa bulan hingga tahun ke depan akan berdampak terhadap nilai tukar AUD terhadap USD. Secara logika hal ini memang memungkinkan dikarenakan ekspor tidak berdampak saat itu juga terhadap nilai tukar mata uang. Namun secara perlahan pasti akan mempengaruhinya. 

Sekarang lihat kembali gambar di atas khususnya sejak tahun 2002 terakhir. Kita ingat bahwa tahun 2000 ke depan adalah masa dimana penggunaan internet menyebar dan juga mempengaruhi cara investor bertrading forex. Internet telah membuat segalanya berlangsung cepat dan sangat real time. Ini juga berpengaruh langsung terhadap harga emas dan kaitannya terhadap nilai tukar AUDUSD. Itu sebabnya bila kita perhatikan bersama tahun 2002 hingga tahun 2006 dari gambar di atas, XAUUSD dan AUDUSD sangat mirip pergerakannya, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya dimana emas bergerak lebih awal dibandingkan AUDUSD.
Semakin hari pergerakan kedua jenis produk bursa ini semakin identik. Menjelang akhir tahun 2008, kesamaannya terlihat sangat mirip. Perhatikan grafik AUDUSD dan XAUUSD terakhir berikut ini: 



Kesamaan ini memang bukan hanya disebabkan salah satu ekspor terbesar Aussie adalah emas tapi kini menjadi semacam kemakluman umum dikalangan trader dunia bahwa ketika harga emas naik maka "seharusnya" nilai tukar AUD juga naik terhadap Dollar Amerika. Dan sebaliknya bila emas turun terhadap Dollar maka AUD juga "harus" turun terhadap Dollar. Ini menjadi sebuah pola pemikiran psikologis yang banyak tertera di kepala trader sejak tahun 2000an sehingga menyebabkan menjadi semacam "self prophecy" bagi trader. Mereka percaya ketika XAUUSD naik maka AUDUSD naik sehingga aksi buy juga dilakukan bersamaan terhadap AUDUSD dan menyebabkan AUD benar-benar terkerek naik terhadap Dollar. Nah sampai disini kami harap Anda mengerti. 

Ok mari kita simpulkan pelajaran kita: AUDUSD memiliki pola pergerakan yang mirip dengan XAUUSD (harga emas). 
 
Dari sisi praktisnya kita dapat melakukan aksi Buy AUDUSD bila kita mengetahui harga emas mengalami kenaikan drastis dan kemungkinan besar masih akan terus menanjak. Tentu saja dalam prakteknya tidak mutlak demikian. Anda masih harus menyesuaikannya dengan analisa teknikal yang Anda punya dan juga gaya trading Anda sendiri. Kalau tidak buat apa ada pelajaran analisa teknikal di Sekolah Forex kita ini? Ok sampai ketemu pada pelajaran berikutnya.

















































7. Forex dan Pasar Komoditi

0 komentar
Belajar Forex memang merencanakan untuk membahas topik ini jauh-jauh hari dan menjadi salah satu kurikulum dari Sekolah Forex yang ada. Sekarang saatnya kami merealisasikannya untuk melengkapi pengetahuan forex trading Anda.
Seperti kita ketahui bersama bahwa nilai tukar sebuah mata uang merupakan cermin kondisi perekonomian sebuah negara. Meskipun memang tidak selalu berbanding lurus tapi bolehlah kita menyederhanakan dengan statement bahwa bila ekonomi sebuah negara baik maka mata uangnya cenderung menguat. Sekali lagi tidak selalu tapi kecenderungan ini bisa dibilang cukup besar.
Ok, cukup berbasa-basinya. Sekarang mari langsung saja kami berikan kepada Anda contoh kasus sederhananya. Apabila Anda memperhatikan pergerakan Dollar Amerika pada belakangan ini, maka Anda akan melihat bahwa pergerakan USD sangan erat kaitannya dengan 2 kondisi utama:
  1. Perkembangan yang terjadi di bursa saham (dalam hal ini index Dow Jones menjadi wakilnya).
  2. Harga minyak mentah yang diperdagangkan di NYMEX
Kedua point ini sangat erat kaitannya dengan nilai tukar Dollar Amerika. Bila bursa saham mengalami kenaikan biasanya USD ikut terkerek naik. Sebaliknya bila harga minyak naik maka USD cenderung melemah.
Kali ini pembahasan akan kita fokuskan pada point ke 2 yaitu bagaimana pengaruh sektor komoditi dengan nilai tukar sebuah mata uang. Tidak hanya harga minyak, kita juga akan membahas beberapa komoditi lain yang erat kaitannya dengan nilai tukar sebuah mata uang yang biasa kita tradingkan sehari-hari.
 
Harga Minyak, USD, NOK dan CAD
Minyak mentah akhir-akhir ini merupakan salah satu komoditas yang paling seksi berhubung kenaikannya yang mencapai 50% dalam waktu beberapa bulan saja. Perlu kita pahami bersama bahwa saat ini kebutuhan energi dunia masih sangat bergantung dengan energi fosil. Minyak bumi bersama dengan gas alam dan batu bara masih menyumbang lebih dari 80% kebutuhan energi dunia (termasuk Amerika Serikat yang notabene merupakan negara yang mengkonsumsi energi terbanyak). 



Nah kalau Anda perhatikan bagan diatas terlihat bahwa bahan bakar fosil masih memegang 86% pos sumber energi saat ini. Dan kabar buruknya adalah 40% disumbangkan oleh minyak bumi! Apa artinya? Artinya adalah minyak bumi adalah salah satu komoditas terpenting yang pernah diperdagangkan bursa komoditi. Dikarenakan energi sangat dibutuhkan dalam kegiatan ekonomi modern (apa ada dari Anda yang satu hari saja tidak pernah menggunakan bahan bakar sama sekali?), maka ekonomi negara-negara di muka bumi ini sangat sensitif dengan harga minyak bumi.
Bersyukurlah bagi negara-negara yang memiliki cadangan minyak bumi melimpah. Negara seperti Iran, Dubai dan Russia tentu saja sangat diuntungkan dengan melimpahnya cadangan minyak yang mereka miliki. Di Venezuela bahkan harga satu liter bensin tidak lebih dari Rp 300 perak!! Ya benar! Ngga ada yang salah ketik kok, beneran tiga ratus perak. Jadi ingat tahun 1980an dulu ya?
Nah bagaimana dengan negara yang tidak memiliki minyak yang mencukupi? Ya tentu saja harus mengimpor. Amerika Serikat misalnya, negara ini tidak memiliki cadangan minyak yang valid dan siap memenuhi kebutuhan minyak dalam negerinya sendiri. Ditambah dengan besarnya konsumsi minyak negara Paman Sam ini, maka US menjadi salah satu negara yang sangat peka dengan kenaikan harga minyak. Perhatikan tabel dibawah ini: 



Nah ini adalah data tahun 2006. Jangan berharap tahun 2007 atau tahun 2008 tingkat konsumsinya lebih rendah. Sebaliknya justru lebih tinggi. Dan perhatikan, konsumsi minyak US hampir 3x lipat bahkan untuk negara berkembang pesat seperti China!
Data yang dihimpun Belajar Forex diketahui bahwa Amerika Serikat hanya mampu memproduksi 8.330.000 barrel minyak perharinya. Dengan demikian 12.357.000 barrel lainnya harus diimport. Kalikan saja dengan 365 hari maka Anda akan mendapatkan seberapa besar kebutuhan minyak US dalam barrel. Nah kalau minyak mengalami kenaikan 50 Dollar selama 6 bulan belakangan ini, hitung-hitung sedikit maka Anda akan mendapatkan nominal sekitar 225,5 Milyar Dollar US yang harus ditambahkan oleh Paman Sam untuk membiayai konsumsi minyaknya. Kalau uang sebanyak itu dipakai untuk makan di warteg dapat berapa piring ya (yang ini tidak usah dihitung)?
Sampai disini sudahkah Anda memperoleh gambaran mengapa begitu minyak mentah mengalami kenaikkan Dollar Amerika akan segera melemah? Benar! Dengan naiknya harga minyak mentah maka akibatnya biaya yang dikeluarkan pemerintah untuk mencukupi kebutuhan energinya akan semakin membengkak, defisit neraca akan semakin besar, dan sendi-sendi ekonomi menjadi melemah. Akibatnya tentu saja US Dollar akan mengalami pelemahan signifikan. Sekarang mari kita lihat aplikasinya: 



Kalau kita mengira ini hanyalah sebuah kebetulan, kita salah besar. Pola seperti ini telah berlangsung semenjak naiknya harga minyak mentah dunia semenjak awal tahun 1980an. Ya tentu saja jangan membandingkannya dengan EURUSD karena tahun 1980an EUR belum diterbitkan. Anda dapat membandingkannya dengan GBPUSD misalnya.
Ada satu lagi alasan mengapa bila harga minyak mengalami kenaikan Dollar Amerika mengalami pelemahan. Alasan lainnya adalah dikarenakan harga minyak dunia dipatok dalam Dollar Amerika. Sebenarnya logika ini merupakan logika terbalik namun akhir-akhir ini cederung justru mengalami kevalidan.
Yang dimaksud terbalik adalah karena pada dasarnya adalah dimulai terlebih dahulu dengan melemahnya Dollar, berdampak pada minyak dan lalu kemudian kembali lagi menjadi bola salju yang semakin melemahkan Dollar. Ketika para trader forex melihat USD yang cenderung melemah, maka dengan demikian setiap institusi yang memiliki cadangan dana untuk kebutuhan minyaknya membutuhkan Dollar lebih mahal untuk mendapatkan setiap barrel bahan bakar. Akibatnya adalah mereka terpaksa mengalihkan cadangan dana yang mereka punya tidak lagi ke Dollar Amerika tetapi ke mata uang lain yang lebih stabil seperti Euro atau Pound. Tentu saja ini mengakibatkan aksi jual besar-besaran terhadap Dollar. Akibatnya ya tentu saja Dollar akan semakin melemah (inilah yang dimaksudkan dengan bola salju). Jadi dimulai terlebih dahulu dengan melemahnya Dollar, harga minyak naik dan kembali lagi dengan semakin melemahnya Dollar. Kami harap Anda memahaminya.
Dengan demikian catatlah satu pelajaran berharga kita yang pertama dalam kaitan komoditi dengan pasar forex:
Pelajaran 1: USD cenderung melemah bila harga minyak mengalami kenaikan.
Berikutnya mari kita lihat hubungan antara harga minyak dengan Norwegia dan Kanada. Lain Amerika Serikat lain lagi dengan Kanada dan Norwegia. Bila US merupakan importir minyak terbesar dunia, Kanada terkenal merupakan salah satu negara eksportir minyak dan memiliki cadangan minyak kedua terbesar setelah Saudi Arabia. Hal yang sama juga berlaku untuk Norwegia. Mungkin jarang yang tahu bahwa negara Skandinavia ini merupakan salah satu negara eksportir minyak. Tahun 2007 Kanada mengekspor 1.888.000 barrel perhari ke Amerika Serikat. Sementara itu, Norwegia merupakan eksportir minyak ke-4 terbesar didunia dengan nominal sebanyak 2.542.000 barrel perharinya.
Dengan demikian seharusnya bila harga minyak mengalami kenaikan maka perekonomian Kanada dan Norwegia semakin bertambah makmur bukan? Setidaknya demikianlah para trader forex beranggapan. Dengan demikian nilai tukar kedua negara ini akan menguat terhadap Dollar atau Yen Jepang misalnya. Oh ya, Jepang juga merupakan salah satu konsumen minyak terbesar. Ketiga setelah US dan China.

Ok mari kita lihat pembuktiannya: 



Nah menunjukkan korelasi yang cukup signifikan bukan. Bagi Anda yang belum mengerti, grafik forex untuk pair USDCAD akan bergerak turun bila CAD-nya menguat. Ini disebabkan penulisan pasangan ini adalah USDCAD bukan CADUSD. Berbeda dengan EURUSD dimana EUR disebutkan lebih dahulu dibandingkan USD-nya.

Sekarang bagaimana dengan Norwegian Krona? Well setali tiga uang.



Norwegian Krona memang jarang diperdagangkan oleh trader Indonesia. Mungkin karena tidak banyak pialang yang menyediakannya. Padahal ini dapat menjadi salah satu alternatif pasangan transaksi yang sangat menarik.
Pelajaran kedua: Bila harga minyak menguat, Dollar Kanada dan Norwegian Krona cenderung menguat.
Nah rasanya sudah cukup jelas bukan mengapa minyak mentah sangat mempengaruhi nilai tukar beberapa negara? Memang tidak semua. Beberapa negara yang sangat rentan dengan harga minyak adalah US, Kanada, Norwegia dan terakhir adalah Jepang. Sayangnya kita tidak dapat bermain forex dengan Real Saudi Arabia atau mata uang negara Kuwait misalnya. Tetapi cukuplah beberapa negara ini.
Dalam kasus-kasus tertentu utamanya saat kondisi bursa komoditi sedang sangat bergejolak, laporan cadangan minyak US juga dapat mempengaruhi nilai tukarnya. Bila cadangan minyak Amerika Serikat menurun maka mata uangnya juga cenderung menurun dikarenakan aksi panic selling on USD. Ini tidak berlaku setiap waktu hanya dalam saat-saat minyak sedang diperhatikan oleh kebanyakan trader komoditi.
Ok, sedikit keterangan penjelas, hal yang sama juga berlaku untuk Yen Jepang yang memang merupakan negara konsumen minyak juga. Jadi logika ini juga valid untuk Yen.
Pada bahasan berikutnya kita akan kembali membahas beberapa mata uang yang rentan dengan perubahan harga komoditas. Tapi kali ini tidak lagi dengan minyak mentah tetapi barang tambang lainnya. Silakan lanjutkan ke artikel berikutnya.

Bersambung....




6. Analisa Fundamental

0 komentar
Hari yang cerah ini kita akan mempelajari bagian lain dari analisa forex. Sebuah seni dalam memprediksi pergerakan mata uang dengan melihat psikologis pasar dan berita-berita yang dapat mempengaruhinya. Nah kali ini kita akan belajar mengenaik Analisa Fundamental.
 
Anda yang pernah mencoba bermain dengan analisa teknikal murni pasti mengetahui bahwa pada jam-jam tertentu dan biasanya pada malam hari analisa teknikal sering kali tidak berfungsi dengan baik. Ketika semua indikator mendukung bahwa harga akan bergerak naik tapi kenyataannya tiba-tiba harga turun dengan drastis tanpa ada alasan apa pun.
 
Pada bulan-bulan pertama saya mempelajari forex trading hal ini pun sering kali saya alami. Pada jam-jam tertentu sepertinya harga tidak mengikuti hukum analisa teknikal dan cenderung bergerak begitu saja tanpa adanya kejelasan. Setelah mempelajari begitu lama akhirnya saya mengerti bahwa ternyata faktor tersebut ada pada yang dinamakan psikologi pasar atau sentimen pasar atau apa pun namanya namun yang jelas dipengaruhi oleh yang dinamakan berita dan rumor yang beredar di pasar.
 
Analisa fundamental adalah bagian analisa yang khusus mempelajari hal-hal semacam ini. Pada dasarnya analisa fundamental memadukan berita-berita dalam sektor ekonomi, politik dan keamanan dalam sebuah negara dan memadukannya dengan bagaimana reaksi pasar terhadap berita yang disajikan tersebut untuk dapat mengetahui kemana harga hendak bergerak. 

Kata kunci dari analisa ini ada pada 2 kata yaitu demmand dan supply. Pada dasarnya pelaku pasar adalah manusia juga. Dengan mengukur lebih banyak mereka yang melakukan aksi beli (demmand) atau sebaliknya aksi jual (supply) maka kita dapat mengetahui kemana harga akan bergerak. Pendeknya jika demmand (ini bahasa Indonesianya adalah permintaan. Masih ingat waktu sekolah di SMA dulu?) bertambah sementara supply tetap maka seperti layaknya sembako di tanah air, harga akan segera merangkak naik. Demikian juga sebaliknya ketika supply (penawaran) yang bertambah tetapi demmand tetap maka harga akan mulai turun dikarenakan barang banyak beredar dipasaran. Dua hal inilah yang coba diketahui oleh analisa fundamental.
 
Nah berhubung semua itu dilakukan oleh para pelaku pasar maka seperti layaknya psikologi massa hal itu pun berlaku dalam dunia forex. Ketika muncul berita-berita ekonomi misalnya yang melaporkan bahwa mata uang sebuah negara cenderung akan melemah maka analisa fundamental bertugas untuk menganalisa berita yang akan muncul lalu jikalau berita tersebut muncul bagaimana kaitannya dengan reaksi pasar. Kadangkala dikarenakan pasar juga seringkali digerakkan oleh emosi sesaat, tanpa berita ekonomi apa pun sering kali terjadi aksi kenaikan atau penurunan harga mata uang. Biasanya ini disebabkan pergeseran demmand supply karena adanya pihak-pihak tertentu yang melakukan aksi pembelian atau penjualan dalam jumlah besar.

Jenis-Jenis Berita Fundamental
Ok, tadi sudah diterangkan bahwa dalam analisa fundamental faktor yang paling berperan adalah yang dinamakan sebagai berita. Sebagaian besar berita fundamental yang berperan dalam menentukan naik turunnya nilai mata uang adalah berita ekonomi. Informasi-informasi seperti tingkat pengangguran, index kepercayaan konsumen dan produsen atau berita-berita sejenis lainnya menentukan apakah sebuah mata uang akan menguat atau justru melemah terhadap pasangan mata uang lainnya.
 
Sebagian besar berita tersebut bermuara pada naik turunnya inflasi dalam sebuah negara. Dalam keadaan dimana inflasi mulai berjalan ke arah naik maka biasanya bank sentral akan menaikkan tingkat suku bunga. Kenaikan suku bunga dalam sebuah negara biasanya akan diikuti kenaikan sementara (namun besar) pada mata uangnya. Secara logika hal ini bisa disebabkan karena sektor perbankan juga turut menaikan suku bunganya termasuk suku bunga tabungan dan deposito. Hal ini memicu semakin banyaknya dana yang dihimpun di bank sehingga uang yang beredar di pasaran akan berkurang. Sesuai hukum demmand supply ketika supply berkurang maka harga barang pun akan meningkat. Bahkan jikalau bank-bank di negara yang bersangkutan pun tidak ikut menyesuaikan dengan tingkat suku bunga yang ada psikologi dan pandangan para trader tetaplah demikian. Akibatnya mereka pun segera melakukan aksi buy yang akan menyebabkan demmand bertambah. Hal ini menjadi semacam self-prophecy (penggenapan terhadap apa yang diyakinkan oleh dirinya sendiri) akan apa yang market percayai.
 
Dalam trading forex, naik turunnya suku bunga merupakan keputusan akhir dimana sebelumnya diawali oleh data-data inflasi di tingkat konsumen dan produsen. Berita-berita ini pun sudah akan terlebih dahulu mempengaruhi pergerakan mata uang sehingga Anda tidak boleh menganggap hanya berita kenaikan suku bungalah yang penting.
 
Ada puluhan berita fundamental yang dapat mempengaruhi pergerakan pasar kedepannya. Ada berita fundamental yang penting untuk diperhatikan ada juga berita fundamental yang tidak diperlukan sama sekali dikarenakan berbagai faktor. Dalam hal ini memang adalah penting untuk memilah-milah berita fundamental yang penting dan tidak penting. Itu akan kita pelajari pada bahasan berikutnya yang berjudul “menyaring berita fundamental”
 
Berikut adalah contoh tampilan berita fundamental forex trading di Belajar Forex dan cara penggunaannya.






Gambar di atas adalah tampilan berita fundamental harian dari website ini. Perhatikan pada bagian atas terdapat header dengan judul Tgl, Hari, Jam, dst. Berikut keterangannya:

Tgl : Mencatat tanggal berapa berita akan dikeluarkan. Contoh: untuk Retail Sales AUD akan dikeluarkan tanggal 8 Mei 2007.
Hari: Hari dimana berita dikeluarkan. Dalam satu minggu terdapat 7 hari namun untuk forex biasanya hari Sabtu dan Minggu dilewatkan karena tidak ada berita yang penting dan market tutup.
WIB: Ini adalah jam pada saat berita dirilis. Perhatikan pada Belajar Forex format waktu adalah dalam WIB. Jadi jika Anda tinggal di Indonesia Tengah, tambahkan satu jam. Beberapa website forex luar negeri menggunakan format waktu GMT atau EST. Untuk GMT ke WIB, tambahkan 7 jam. Jadi jika di website tertulis 12 GMT itu artinya adalah 19.00 WIB. Untuk EST (atau juga ET) tambahkan +12 untuk menjadi WIB. Perhatikan juga bahwa forex tidak mengenal jam karet. Jika dijadwalkan berita muncul jam 18.00 WIB maka tepat jam 18.00 WIB berita tersebut akan keluar. Jadi kalibrasi jam Anda supaya tepat.
Negara: Nama negara yang mengeluarkan berita fundamental tersebut. Cocokkan dengan mata uang yang Anda tradingkan. Untuk EUR, perhatikan berita dari Jerman dan Perancis.
Berita: Nama berita yang dikeluarkan.
Impact: Nah, di Belajar Forex dikenal dua kode impact yaitu medium dan high volatility. Medium ditandai dengan warna oranye sedangkan untuk high ditAndai dengan warna merah. Untuk berita low volatility memang tidak dicantumkan oleh Belajar Forex karena menurut kami tidak ada gunanya.
Actual: Jika waktu telah melewati hari dimana berita tersebut diluncurkan maka hasilnya akan dikeluarkan pada kolom ini. Sebagai contoh untuk Retail Sales AUD karena berita diluncurkan pada tanggal 8 Mei maka angka pada actual sudah ada yaitu 1.1%. Artikel ini dibuat tanggal 10 Mei 07.
Forecast: Adalah ramalan atau prediksi para analis mengenai berapa angka yang mungkin keluar pada berita tersebut. Forecast digunakan sebagai patokan berita yang akan muncul. Hasil actual lebih besar atau lebih kecil dari forecast turut mempengaruhi bagaimana mata uang akan bergerak.
Previous: Merupakan data berita pada periode sebelumnya. Jika berita tersebut muncul sebulan sekali maka previous merupakan data pada bulan sebelumnya. Hal ini berguna juga sebagai patokkan terhadap actual dan forecast.
Detail: Jika Anda tidak memahami apa itu Retail Sales dari AUD atau nama-nama berita fundamental lainnya maka Anda dapat mengklik gambar lampu pada dikolom ini. Itu akan membawa Anda pada halaman penjelasan mengenai Retail Sales. Tentunya dengan bahasa Indonesia sebagai pengantarnya. Enak bukan?
Nah bermodalkan tabel diatas Anda sekarang mengetahui apakah yang akan terjadi dan pada jam berapa sebuah berita akan dikeluarkan. Dengan demikian Kita dapat memutuskan entahkah Kita akan bertrading pada jam tersebut atau tidak. Andaikan Anda hendak bertrading pada saat news keluar maka yang perlu dilakukan adalah pertama-tama tentu saja melihat berita yang berkaitan dengan mata uang yang Anda tradingkan.

Setelah itu maka langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi apakah berita tersebut penting atau tidak penting. Berita yang diberi kode oranye (medium volatility expected) merupakan berita yang dapat membuat harga bergerak aktif seKitar 30 points ketika berita tersebut muncul. Sementara berita yang berkode merah (high volatility expected) dapat membuat mata uang bergerak 50-150 points ketika berita diluncurkan. Cukup besar bukan?

Setelah Anda menentukan waktu dan mengidentifikasi berita yang akan muncul maka langkah berikutnya adalah melihat kolom forecast dan previous. Pusat dari semua ini ada pada forecast. Mari Kita ambil contoh singkat yaitu Retail Sales AUD. Retail Sales merupakan index yang mengukur tingkat penjualan di sektor ritel. Menguatnya indikator ini berefek positif terhadap pergerakan mata uang.

Nah sekarang, bandingkan berapa besarnya Retail Sales bulan kemarin dengan forecast yang ditampilkan. Katakanlah misalnya kasus kali ini forecast menunjukkan lebih besar dibandingkan data prevoius maka ini mengakibatkan sebelum berita tersebut keluar mata uang dapat menguat secara perlahan. Hal ini disebabkan oleh munculnya sentimen pasar yang melihat bahwa prediksi lebih baik dibandingkan data sebelumnya sehingga pelaku pasar melakukan aksi beli bahkan sebelum berita tersebut dikeluarkan. Perilaku yang sama juga terjadi jikalau forecast adalah lebih kecil dibandingkan dengan prevoiusnya. Dalam keadaan demikian maka mata uang akan cenderung melemah dikarenakan aksi sell terjadi.

Kemudian pada saat nilai actual diumumkan, maka akan ada tiga kemungkinan yang mungkin terjadi:
1. Nilai actual lebih besar dari forecast: dalam kasus Retail Sales maka ini akan mengakibatkan mata uang akan menguat lebih jauh lagi dikarenakan hasilnya ternyata jauh lebih baik dari yang diharapkan.
2. Nilai actual kecil dari forecast tapi masih di atas prevoius: dalam kasus Kita kali ini, ini akan mengakibatkan mata uang melemah karena ternyata apa yang diharapkan pasar tidak terjadi.
3. Nilai actual dibawah forecast dan previous: Tentu saja mata uang akan melemah dengan cepat karena ternyata perhitungan forecast meleset jauh dengan kenyataannya.
Nah inilah keadaan yang terjadi ketika Anda melihat berita. O ya, ngomong-ngomong ada beberapa berita yang dapat digolongkan sebagai berita Super High Volatility. Berita seperti ini dapat berupa berita ekonomi atau isu-isu keamanan yang sedang terjadi. Dalam keadaan misalnya terjadi peledakan bom di Inggris maka ini juga berpengaruh terhadap pergerakan mata uang. Pada kondisi seperti ini kepercayaan investor dapat segera hilang dan mengakibatkan mata uang melemah dengan cepat. Sedangkan untuk berita ekonomi yang digolongkan Super High adalah berita seperti keputusan suku bunga (interest rate decission) dan juga laporan pembayaran gaji diluar sektor pertanian (Non Farm Payroll). Kedua berita ini dapat mengakibatkan harga bergerak dengan cepat dan juga dengan lonjakan yang besar. Jadi, kenalilah berita-berita tersebut. Pada sesi berikutnya akan Kita pelajari berita mana saja yang penting dan mana yang tidak. Sampai bertemu dikelas berikutnya yang berjudul: Menyaring Berita.
 

5. Trading dengan Time Frame

1 komentar

 Sampai di pokok bahasan ini kemampuan Anda dalam melakukan analisa terhadap pergerakan pasar sudah sangat baik. Anda telah mampu melakukan analisa teknikal dengan berbagai indikator bahkan juga menambahkan sedikit Elliott atau Fibonacci disana. Kami ucapkan selamat! Setidaknya Anda telah belajar untuk bertrading forex dengan menggunakan analisa dan tidak lagi melakukan hitung kancing atau analisa tebak-tebak buah manggis. 
 
Kalau diperhatikan baik-baik maka Anda akan menemukan bahwa pada berbagai grafik yang ditampilkan digunakan berbagai time frame yang berbeda. Kadang digunakan timeframe D1 (daily) atau kadang digunakan H1 (1 jam). Apakah maksudnya? Nah dalam trading, seringkali Kita tidak hanya cukup menggunakan satu grafik saja untuk satu mata pasangan mata uang yang dimana Kita bertrading. Adalah bijaksana melakukan trading dengan multiple time frame.

Penggunaan time frame yang beragam akan membantu Kita untuk menentukan 2 hal yaitu:
  • Trend global jangka panjang yang sedang terjadi
  • Waktu yang tepat untuk melakukan eksekusi Buy/ Sell

Kedua hal diatas merupakan bagian krusial dalam bertrading. Bayangkan jika Anda tidak mengetahui trend jangka panjang yang sedang terjadi. Dan karena grafik 1 jam atau 15 menit Anda menunjukkan trend sedang mengarah ke downtrend lalu Kita membuka posisi sell. Sementara padahal trend dalam jangka panjang menunjukkan harga sedang mengalami kenaikan. Nah apakah yang akan terjadi?

Dalam jangka waktu singkat (beberapa jam kedepan) apabila analisa teknikal Anda cukup valid mungkin posisi Anda akan profit namun tidak jika Anda menahan posisi Anda hingga berhari-hari misalnya. Dikarenakan dalam trend harian harga menunjukkan arah naik maka secara perlahan posisi profit Anda akan segera berubah menjadi minus. Celakanya lagi apabila Anda tidak menggunakan Stop Loss maka besar kemungkinan Margin Call akan terjadi. Sampai disini kerepotan besar akan segera datang termasuk efek-efek sosial yang timbul karena Anda mengalami loss.

Nah disinilah pentingnya Kita menggunakan multiple time frame dalam bertrading. Kebanyakan trader menggunakan time frame yang lebih besar untuk menentukan trend jangka panjang seperti 4h (4 jam) atau D1 (harian). Sedangkan untuk menentukan pengambilan posisi maka Anda memerlukan time frame yang lebih pendek bisa 15M (15 minutes) atau juga H1 (1 jam). Nah perkara mana yang digunakan, semuanya bergantung dengan cara trading Anda. Setiap orang memiliki siklus trading yang berbeda-beda. Ada yang membuka posisi dan setelah berhari-hari bahkan bisa sampai sebulan baru posisinya ditutup (ini dinamakan swing trader) atau ada juga yang hanya dalam hitungan jam posisinya sudah dibuka dan ditutup berkali-kali. Mari Kita pelajari satu persatu.

Swing Trader, Day Trader and Scalper

Seperti telah diterangkan diatas bahwa setiap orang memiliki siklus tradingnya sendiri-sendiri. Beberapa orang dikarenakan keterbatasaan waktunya tidak dapat melihat harga setiap saat (seperi Saya…) sehingga memilih untuk bersikap lebih pasif seperti layaknya kebijakan seoarang Warren Buffet.

Ada juga beberapa orang yang memiliki waktu dan akses yang cukup sehingga memungkinkannya untuk memantau pergerakan harga dan mencoba mengambil profit semaksimal mungkin dalam dunia forex. Dengan demikian dia mencoba tradingnya dengan membuka posisi harian.


Swing Trader
merupakan mereka yang memutuskan trading dengan cara yang pertama. Para Swing trader cenderung untuk menahan posisinya hingga berhar-hari hingga berbulan-bulan. Bahkan ada yang menahan posisinya hingga satu tahun! Trader dengan pola seperti ini cenderung untuk menunggu sampai harga berada pada posisi terbaiknya baru kemudian membidik dengan membuka sejumlah lot dan menempatkan target profit cukup besar. Biasanya mereka membuka posisi hanya pada kondisi yang sangat ekstrim dimana harga sudah sangat tinggi atau harga sudah sangat rendah menurut history pergerakan dalam beberapa minggu terakhir. Dikarenakan kondisi demikian tidak terlalu sering terjadi maka sekali mereka mendapatkan kesempatan tersebut maka target yang dikejar pun sangat besar dan juga diimbangi dengan dana yang cukup untuk menahan pergerakan harga karena biasanya mereka menentukan titik Stop Loss yang juga lumayan besar. Itu sebabnya para Swinger seringkali memulai trading mereka dengan modal lumayan seKitar $3000 untuk sebuah mini trading.

Para Swinger lebih sering menggunakan time frame harian atau 4h untuk menentukan trend jangka panjang mereka. Untuk pengambilan keputusan Buy atau Sell, biasanya mereka cukup menggunakan grafik 1h saja. Maksudnya begini: pada saat mereka hendak mencari saat yang pas untuk membuka posisi maka mereka akan membuka chart 1D atau 4H mereka. Kemudian mereka menentukan trend apakah yang sedang terjadi ketika pada grafik 1D tersebut. Jika trend menunjukkan situasi dengan menuju uptrend maka mereka hanya akan mencari posisi Buy dan tidak akan membuka posisi sell sama sekali.

Selanjutnya mereka akan mencari waktu yang tepat untuk membuka posisi. Caranya adalah dengan menunggu grafik H1 berada pada arah yang sama dengan D1. Artinya jika D1 menunjukkan arah naik maka Swinger akan menunggu waktu dimana H1 juga menunjukkan arah yang naik. Setelah itu posisi Buy pun dilakukan. Ketika mereka masuk maka biasanya mereka akan menentukan berapa target profit mereka. Rata-rata trader dengan tipe seperti ini akan mengejar target profit di atas 100 points sehingga membutuhkan beberapa hari hingga beberapa minggu untuk mencapainya.

Hal lainnya yang perlu diketahui adalah para Swinger ini bahkan tidak segan-segan melakukan aksi counter trend hanya untuk mengambil pembukaan posisi. Misalnya ketika harga sudah mencapai daerah jenuhnya (katakanlah Overbought) maka mereka tidak takut untuk mengambil posisi Sell meskipun trend kenaikan belum berakhir. Anggapan mereka adalah demi menghemat waktu dikarenakan mereka kebanyakan tidak menyukai memantau grafik mereka terus-terusan. Itu sebabnya mereka memiliki modal yang cukup besar untuk menahan pergerakan harga demikian dengan asumsi bahwa tidak lama lagi harga akan bergerak turun meskipun pada saat ini masih sedang dalam trend naik.

Kelebihan dari bertrading dengan model seperti ini adalah pertama ada pada analisa yang relatif lebih mudah. Perlu diketahui bahwa semakin besar time frame yang Kita gunakan maka akan semakin mudah bagi Kita untuk memprediksi pergerakan harga. Sebaliknya semakin kecil time frame yang digunakan maka akan semakin sulit bagi Kita untuk memprediksi pergerakan dengan benar. Hal ini dikarenakan dengan time frame yang lebih kecil grafik seringkali lebih bergerigi (whipsaw) sehingga sulit membaca trend utamanya.

Kemudahan lainnya adalah pada sisi tekanan psikologis. Dikarenakan para Swinger menggunakan time frame yang lumayan besar maka biasanya mereka tidak perlu memantau pergerakan grafik setiap jam atau setiap menit. Cukup hanya sekali dalam satu hari pun tidak masalah. Akibatnya mereka akan lebih nyaman secara psikologis dan terhindar dari tekanan pasar di setiap pergerakannya. Well happier life, isn’t it? Dan dengan alasan yang sama mereka pun biasanya dapat melakukan aktivitas sehari-hari mereka selain trading dengan baik.
Kekurangannya? Tentu saja ada! Kekurangan yang paling mendasar dalam bertrading dengan pola Swing seperti ini adalah di permasalahan modal. Anda tidak dapat melakukan Swing trading hanya dengan modal $500! Dikarenakan Stop Loss yang dikenakan cukup panjang maka biasanya mereka membutuhkan modal yang tidak sedikit untuk bertrading. Paling tidak $2000. Itu pun sudah sangat minimal sekali. Belum lagi jika mereka bermain tidak cukup hanya dengan 1 lot saja untuk satu kali pembukaan posisi, maka modal yang disertakan bisa mencapai beberapa kali lipat mulai $4000 bahkan hingga puluhan ribu Dollar.
Persoalan kedua dalam swing trading adalah ada pada kesempatan yang diperoleh. Seringkali para Swinger ini tidak dapat membuka posisi sementara trader tipe lain seperti Day Trader atau Scalper dapat menangguk keuntungan pada pergerakan yang ada. Penyebabnya adalah kesempatan bagi para Swinger jauh lebih sedikit dibanding para trader tipe lain. Itu disebabkan mereka harus menunggu harga berada pada kedua titik ekstrim untuk membuka posisi. Ketika harga sedang bermain di garis mediannya (garis tengah) maka mereka tidak dapat melakukan apa pun selain menunggu. Pekerjaan yang membosankan!


Day Trader
merupakan trader dengan model harian. Biasanya trader tipe ini akan membuka posisinya dan menutup dihari yang sama. Paling lama hanya dalam kisaran beberapa hari dan sangat jarang melewati minggu yang berjalan. Maksudnya sebisa mungkin mereka akan menutup posisi mereka sebelum awal minggu berikutnya dimulai. Jadi jika mereka membuka posisi hari Kamis maka sebelum Sabtu pagi mereka akan menutup posisi mereka karena mereka tidak menyukai menunggu hingga hari senin dimana pola dan trend baru sedang terjadi.

Nah para Day Trader ini biasanya menggunakan time frame 4H atau 1H sebagai penentu long term trendnya. Sedangkan untuk eksekusi harian mereka lebih suka menggunakan time frame 15M.

Dikarenakan time frame dan waktu trading yang singkat, target profit mereka pun tidaklah terlalu besar. Hanya ada dalam kisaran dibawah 100 points. Kebanyakan adalah seKitar 30-50 points. Namun justru dikarenakan target profit mereka tidak terlalu besar maka mereka dapat melakukan pembukaan posisi beberapa kali dalam satu harinya. Bahkan Saya pernah bertemu dengan seorang day trader yang bertrading hingga 13 lot dalam satu hari padahal deposit awal yang dia masukkan hanya sebesar $500!! Ini tergolong day trader yang sangat aktif.

Ada banyak manfaat yang bisa diperoleh ketika seseorang melakukan day trader. Hal terutama adalah pada deposit awal yang dilakukan. Seorang day trader dapat memulai hanya dengan modal $1000 saja. Bahkan beberapa yang sudah mahir bertrading mampu mengembangkan dananya hingga ratusan persen dalam beberapa bulan padahal mereka memulai hanya dari sebesar $500 saja. Meskipun demikian memang tidak disarankan memulai trading hanya dengan modal $500 dikarenakan besarnya resiko yang mungkin terjadi jikalau Anda adalah seorang pemula. Bagaimana pun modal tidak bisa dibohongi. Apakah kalian setuju dengan Pak Guru anak-anak?

Manfaat lain ketika Anda melakukan trading dengan pola day trader adalah pada banyaknya kesempatan yang bisa diambil. Dikarenakan target profit yang dikejar tidak lebih dari 100 points, kesempatan ini dapat timbul hampir setiap hari diberbagai jenis pasangan mata uang utama. Jikalau Anda cukup pAndai, entahkah harga sedang berada dalam gelombang naik atau turun, seorang day trader mampu mendapatkan profit dari sana. Para day trader tidak terlalu memusingkan akan trend jangka panjang seperti seorang Swinger. Hal ini disebabkan bagi mereka trading adalah hari ini. Dengan melihat pergerakan hari ini maka itulah kondisi market yang bisa diambil. Itu sebabnya mereka menggunakan time frame yang relatif lebih pendek seperti 15M atau 10M.

Kekurangan dalam trading dengan pola seperti ini tentu saja ada. Jika pada seorang Swinger kelebihannya ada pada mudahnya pengontrolan posisi dah harga, hal ini justru menjadi kendala seorang day trader. Seorang day trader harus cukup kuat memantau pergerakan harga beberapa kali setiap harinya. Jikalau tidak demikian mereka dapat kehilangan kesempatan mereka dalam pembukaan posisi. Hal in berimbas pada besarnya kemungkinan seorang day trader mengalami tekanan psikologis yang diakibatkan perubahan harga dari detik ke detik. Anda yang sudah pernah membuka real account atau sedang menjalankan real account tahu maksud Saya. Pada real account, titik psikologis memegang peranan yang sangat penting jauh melebihi tekanan mana pun.

Kekurangan lainnya adalah pada kelebihan seorang day trader yaitu derajat keaktifannya. Semakin aktif seseorang membuka posisi maka resiko yang ditempuh juga akan semakin besar. Jadi alih-alih mendapatkan profit, seorang day trader yang tidak mahir membaca grafik acapkali mengalami loss dalam jumlah cukup besar dalam waktu yang singkat.

Scalper
Scalping berasal dari bahasa Inggris (scalp) yang artinya adalah kutu loncat. Nah trading dengan tipe scalping memang kurang lebih menganut paham ini. Tanpa bermaksud merendahkan para Scalper dunia, mereka seringkali memanfaatkan situasi pergerakan harga yang sangat kecil dan tiada artinya bagi seorang Swinger. Bagi mereka, keuntungan 10-15 points sehari adalah sudah cukup yang penting adalah stablitasnya.

Maksudnya begini: Dengan mengambil keuntungan sekecil itu, para Scalper berpandangan bahwa hal tersebut jauh lebih mudah dibandingkan mengejar keuntungan 100 points dalam satu kali tradenya. Seringkali mereka juga mengambil jumlah lot yang jauh lebih banyak untuk satu kali pembukaan posisi dibandingkan para trader kebanyakan. Andaikata dengan modal $2000 seorang Swinger membuka lot hanya sebanyak 2 lot dalam satu kali transaksi, para Scalper dapat membuka posisi hingga 5 kali lipatnya! Bagaimana jika terjadi margin call? Nah titik margin call itu bagi mereka adalah titik Stop Loss mereka! Namun sebaliknya ketika profit sebesar 10 points mereka peroleh, bayangkan saja 10 x 5 = 50 lot. Sama bukan dengan seorang day trader? Tapi kali ini jauh lebih mudah karena hanya mengincar 10 points saja. Belum lagi dikarenakan hanya mengincar profit 10 points saja, mereka dapat membuka posisi berkali-kali hingga puluhan kali dalam satu hari. Hmm… betapa aktifnya mereka!

Seorang scalper biasanya menggunakan time frame 1H dan 5M dalam trading mereka. 1H berguna untuk menentukan major trend yang sedang terjadi sedangkan 5M digunakan sebagai penentu eksekusi.

O ya, bagi seorang scalper, spread sangat penting peranannya bagi mereka. Para scalper sering kali mencari pialang dengan spread yang sangat kecil. Semakin kecil akan semakin baik dikarenakan bagi mereka selisih 1-2 points saja sangat penting artinya. Itu sebabnya mereka biasa bertrading pada pialang luar seperti GAIN Capital (bukan promosi lho hehehehe).

Kelebihan dari trading dengan model seperti ini adalah mudahnya Kita mendapatkan profit yang Kita kejar. Pergerakan 10 points bahkan dapat dicapai ketika pasar sedang sangat-sangat sepi dan bursa London dan Newyork sedang tutup! Keaktifan Kita membuka posisi juga tentunya jauh lebih besar dibandingkan seorang Day Trader apalagi Swinger. Modal yang disertakan juga tidak perlu besar-besar sekali. $1000 sudah lebih dari cukup. Bahkan $500 pun tidak masalah.

Kekurangannya? Ada. Permasalahan paling utama adalah menentukan titik Stop Loss yang akan diambil. Dengan target profit hanya 10 points maka jika Kita mau yang berimbang maka SL Kita pun harus sama besarnya yaitu 10 points. Tapi masalahnya sama seperti target 10 points dapat tercapai dengan mudah maka batas Stop Loss sebesar 10 points pun tidak kalah mudahnya.

Kalau begitu bagaimana kalau SL Kita tentukan sebesar 30 points? Bukankah jadi lebih mudah mencapai profit sementara SL menjadi jauh lebih longgar? Benar. Namun 3 x Anda profit dalam 1x loss saja semuanya sudah impas.

Nah kalau Scalping tanpa SL bagaimana? Ini juga tidak kalah sulitnya. Memang akan jauh lebih mudah mencapai profit. Tapi coba bayangkan Anda harus menunggu berhari-hari karena posisi Anda terfloating negatif tapi ketika Anda profit Anda hanya mengambil 10 Points saja! Bukankah itu aneh? Resiko yang Kita tanggung adalah sampai tingkat Margin Call dimana nyaris semua dana Kita hilang tetapi keuntungan yang Kita ambil hanya 10 points! Benar-benar tidak masuk akal.

 
 
Ok itu adalah berbagai macam metode trading yang digunakan para trader di dunia. Perlu dipahami disini bahwa tidak ada satupun metode trading yang telah disebutkan diatas lebih baik dibandingkan metode lainnya. Setiap metode memiliki orang-orang suksesnya sendiri yang telah mencoba metode tersebut bertahun-tahun. Namun juga ada saja yang merugi karenanya.
Kunci disini adalah menemukan metode trading yang tepat bagi diri Anda sendiri. Coba tanyakan pada diri Anda sendiri berapa banyak waktu dan modal yang Anda miliki? Apakah Anda seorang yang sibuk dalam pekerjaan sehari-hari? Jika ya maka bergabunglah dengan para Swingers. Atau jika Anda senang dengan sebuah petualangan, bergabunglah dengan Scalpers. Tidak ada masalah sama sekali. Sepanjang itu sesuai dengan kepribadian Anda maka itu akan benar-benar berguna.
Yang perlu ditekankan disini adalah penggunaan multiple time frame akan sangat membantu Anda dalam menentukan kondisi yang sedang terjadi di market. Satu kunci sederhana dalam menentukan time frame adalah: time frame yang lebih kecil selalu akan menuruti time frame yang lebih besar. Ini penting untuk Anda pahami. Andaikata Anda menemukan grafik H1 Anda menunjukkan arah turun dan sebaliknya D1 Anda menunjukkan arah naik maka adalah baik untuk menunggu sampai keduanya searah. Atau jikalau Anda pun memaksa untuk membuka posisi maka ikutilah time frame yang lebih besar! Karena dalam hitungan beberapa jam kedepan harga memang akan turun tetapi dalam hitungan hari harga akan terus naik dan naik!

Nah bagaimana? Ini mengakhiri pelajaran teknikal Kita. Pada sesi berikutnya Anda akan belajar yang disebut Analis Fundamental. Dan jangan lupa terus berlatih demo account. Sampai ketemu di artikel berikutnya.

4. Parabolic SAR dan Bollinger Bands

0 komentar
Parabolic SAR
 
Pada tahun 1978 Dalam bukunya “New Concepts in Technical Trading”, J Welles Wilder memperkenalkan Parabolic SAR ( biasa disingkat penyebutannya hanya dengan SAR saja ) bersama dengan RSI sebagai salah satu indikator utama dalam bertrading. SAR sendiri merupakan kependekan dari Stop And Reverse yang kurang lebih diartikan sebagai indikator penentu titik Stop Loss dalam trading.

Dalam perkembangannya dikemudian hari, Parabolic SAR menjadi salah satu indikator efektif dalam menentukan kondisi market yang sedang trend (trending market) bersama dengan fasilitas yang bernama Trailing Distance yang banyak disediakan pada berbagai platform forex trading.
 
 
 
Penggunaan Parabolic SAR

Kegunaan Parabolic SAR sama persis dengan Moving Average atau trend indicator lainnya. Hanya saja Wilder menciptakan indikator ini untuk mengeliminir kekurangan MA yaitu sifatnya yang membentuk kurva sehingga sering kali terjadi mis interpretasi. Dengan SAR yang berupa titik, trend naik atau turun menjadi kelihatan lebih pasti dan tidak lagi menimbulkan salah tafsir.

Pada SAR, ketika harga sedang dalam trend naik, maka titik SAR berada dibawah dari pergerakan harga. Sebaliknya ketika market sedang dalam trend turun maka titik SAR berada di atas dari pergerakan harga. Perhatikan gambar berikut:

Pada gambar diatas tampak titik SAR berada diatas bar yang menunjukkan bahwa harga sedang berada dalam trend turun.

Sekarang perhatikan gambar dibawah ini:
 
 
 
Seperti telah disinggung diatas, kelebihan Parabolic SAR adalah tampilannya yang berupa titik sehingga dengan demikian memudahkan seseorang dalam membaca keadaan market. Trader cukup melihat dimanakah posisi titik SAR apakah dibawah atau diatas dari bar untuk mengetahui trend yang sedang terjadi.
Lebih dari itu, semakin jauh jarak antara titik SAR dengan harga tertinggi atau terrendah dari bar, itu menAndakan semakin kuat trend naik/turun yang terjadi.

Setelah Anda mengetahui bagaimana caranya membaca Parabolic SAR, Saya rasa kini menjadi lebih mudah untuk menggunakannya untuk melakukan aksi buy, sell atau hold. Perlu disampaikan disini, bahwa sangat disarankan untuk menggunakan SAR bersama indikator lainnya (Saya pribadi menyarankan menambahkannya dengan indikator yang bersifat oscillator seperti Stochastic atau RSI).

Ini disebabkan sama halnya dengan trend indicator lainnya, seringkali indikator jenis ini lamban dalam mengakomodasi perubahan harga. Demikian juga dengan SAR. Itu sebabnya disarankan untuk menambahkan oscillator yang cenderung lebih cepat sehingga keduanya dapat saling mengimbangi. SAR dapat mengurangi kecepatan Oscillator sedangkan Oscillator dapat berlaku sebaliknya.

Mari Kita perhatikan gambar berikut ini:
 
 
 
Pada area yang Saya lingkari dengan warna ungu merupakan titik konfirmasi kedua indikator menunjukkan arah yang sama. Stochastic memberikan sinyal bahwa harga sedang berada dalam trend naik dan titik SAR juga sedang berada dibawah yang artinya juga menunjukkan harga bergerak naik. Aksi buy dapat dilakukan dalam keadaan ini.

Lingkaran ungu kedua disebelah kanan juga menunjukan kasus yang sama namun lebih baik lagi hasilnya karena rupanya titik SAR dan Stochastic menunjukkan kondisi uptrend namun dalam keadaan dimana uptrend baru saja dimulai. Dengan demikian keuntungan yang diperoleh bisa jauh lebih besar dibandingkan lingkaran ungu yang pertama.

Sederhana bukan? Anda dapat memadukan SAR dengan indikator-indikator lainnya seperti dengan MACD atau dengan RSI bergantung indikator mana yang terbaik dan cocok dengan gaya trading Anda sehari-hari. Harap diingat disini bahwa setiap trader memiliki indikator kesukaannya masing-masing.


Parabolic SAR dan Stop Loss

Nah Kita masuk dalam bahasan kegunaan SAR yang cukup unik disini. Bahkan hanya SAR yang memiliki kemampuan seperti ini yaitu kegunaan SAR sebagai penentu titik Stop Loss. Ingat bahwa SAR merupakan kependekan dari Stop and Reverse yang kurang lebih artinya berhenti lalu berbalik arah.

Titik SAR bukan saja dapat digunakan sebagai penentu up trend atau down trend. Begitu juga jarak antara titik SAR dengan harga terrendah atau tertinggi dari bar yang ada bukan hanya dapat digunakan sebagai penentu kuat lemahnya trend yang terjadi. Lebih dari itu, jika Anda adalah seorang trader dengan Stop Loss (sangat disarankan bertrading menggunakan Stop), maka kabar baiknya titik SAR dapat Anda gunakan sebabagi titik Stop Loss Anda.

Beberapa trader pemula kebanyakan sangat membenci fasilitas yang satu ini yaitu Stop Loss. Alasannya adalah karena jika mereka memasang Stop Loss maka kerap kali posisi mereka menyentuh titik Stop yang artinya adalah kerugian bagi mereka. Akhirnya mereka lebih memilih untuk membiarkan harga terfloating dengan santainya sambil menunggu “malam berakhir” dan “pagi bersinar” alias harga berbalik arah sehingga posisi negatif mereka berganti dengan positif.

Kabar buruknya bagi Anda yang bertrading dengan cara demikian adalah bahwa akan tiba masanya dimana mungkin malam tidak akan pernah berakhir dan pagi tak kunjung datang alias margin call terjadi. Ini bukan hanya satu dua kali Saya lihat, tetapi sebagian besar mereka yang bertrading tanpa adanya stop loss selalu berujung pada jurang yang sama. Sesuatu yang sudah Saya terangkan ribuan kali kepada setiap investor pemula yang herannya sangat jarang dipatuhi.

Ingat Saudaraku, Stop Loss ada bukan untuk membuat Anda merugi. Dia ada untuk membatasi kerugian Anda dan menjauhkan diri Anda dari mimpi buruk yang bernama margin call. Tentu Anda tidak ingin bukan bertrading hanya satu-dua kali lalu kemudian hancur lebur hanya karena adanya satu posisi yang salah. Tidak ada satu pun trader yang tidak pernah salah dalam menentukan posisi. Bahkan Saya yang menulis artikel ini pun kerap kali terperosok dikarenakan kesalahan posisi. Tidak masalah berapa kali Anda salah dalam menentukan posisi yang penting adalah secara agregat Anda tetap profit!

Nah mari Kita kembali pada bahasan SAR dan Stop Loss Kita. Sudah melenceng terlalu jauh ini…

Perhatikan gambar dibawah ini:
 
 
 
Nah pada gambar di atas diperlihatkan bahwa ketika titik SAR berpindah dari di atas menuju ke bawah, maka itu adalah indikasi downtrend telah selesai dan dilanjutkan kembali dengan uptrend. Dalam kondisi demikian maka saatnya untuk melakukan aksi Buy. Namun seperti Kita pahami bersama bahwa bagaimana pun Kita tidak dapat memastikan 100% bahwa harga akan terus menerus naik. Dengan demikian Kita perlu menggunakan batasan Stop Loss (SL) dalam membuka posisi. Titik SAR yang paling bawah dapat Kita gunakan sebagai patokan tersebut.

Anda juga dapat menggunakan fasilitas SAR ini dengan memadukannya pada fasilitas trailing distance pada platform. Berbeda denga Stop Loss yang bersifat statis dan tidak dapat bergeser secara otomatis, trailing merupakan Stop Loss yang dinamis atau dapat bergerak mengikuti pergerakan harga.

Contohnya pada gambar diatas, apabila Anda membuka posisi Buy pada harga 1.9635 itu artinya terdapat jarak 44 point dengan titik Stop mula-mula Anda (1.9635 -1.9591). Itu artinya Anda dapat menentukan bahwa jarak Stop Anda tidak boleh lebih dari 44 point jika Anda menggunakan Traling Distance sebagai fasilitas Stop Anda. Jika suatu saat harga bergerak naik ke 1.9700 maka secara otomatis Stop Loss Anda akan bergeser ke 1.9656 alias tetap berjarak 44 point jika Anda menggunakan Stop Loss dengan model Trailing Distance.

Sebagian besar platform forex trading menyediakan fasilitas trailing ini kepada nasabahnya. Jika Anda adalah seorang SAR user, mungkin Anda perlu menggunakan fasilitas ini.
Pada platform GAIN Capital ( Forex.com ) juga terdapat fasilitas ini. Pada dasarnya membuka posisi dan menambahkan titik trail adalah salah satu langkah yang amat baik dalam menentukan kebijakan profit Kita. Dengan trail, Anda tidak perlu lagi menambahkan Limit sebagai batasan keuntungan Anda. Trailing dapat berguna sebagai Stop Loss dan juga Limit. Gambar dibawah ini adalah fasilitas trail pada platform forex.com:



Pantangan pada Parabolic SAR

Kita sudah mempelajari berbagai aspek indikator ini. SAR sangat efektif digunakan dalam berbagai kondisi trending market. Namun ada saat dimana SAR menjadi tidak efektif dan tidak dapat digunakan sebagai indikator utama.
Kapankah itu?

Tepatnya saat market sedang bergerak dalam situasi sideways atau tidak adanya trend pergerakan harga. Kondisi sideways ditAndai dengan rapatnya jarak antara titik SAR dengan highest/lowest price yang ada. Kondisi sideways yang lebih buruk ditAndai dengan berpindah-pindahnya titik SAR diatas dan dibawah bar sehingga menyulitkan Kita dalam membuka posisi. Itu sebabnya mengapa dari awal Saya menyarankan menggunakan SAR beserta indikator lainnya sebagai penutup kekurangan SAR.
Perhatikan gambar berikut:
 
 
 
Jikalau Anda menggunakan trend indikator berbentuk kurva seperti Moving Average maka akan nampak MA akan bergerak saling membelit diantara 2 periode yang berlainan. Begitu juga dengan Stochastic.

Situasi sideways ini biasanya terjadi ketika market sedang tutup atau para pelaku pasar sedang menunggu berita penting yang akan segera muncul. Pembukaan posisi memang disarankan untuk tidak dilakukan pada saat sideways. Kecuali Anda bersedia menunggu cukup lama dan mental yang cukup kuat melihat posisi terfloating begitu lama. 
 
Nah, sampai disini bahasan Kita mengenai Parabolic SAR. Sekarang kita mempelajari indikator baru bernama Bollinger Bands.

Bollinger Bands
 
Diciptakan oleh John Bollinger pada awal 1980 an untuk membantu membandingkan volatilitas dan harga relatif dalam satu periode analisis. Bollinger bands sendiri sebenarnya terdiri atas tiga buah garis yang membentuk semacam sabuk pembatas terhadap pergerakan harga. Namun dalam penerapannya garis tengah Bollinger Bands seringkali tidak ditampilkan karena memang garis tengah tersebut hanyalah garis Moving Averages biasa. Perhatikan gambar berikut :


 
Seperti telah diterangkan diatas, Bollinger Bands sendiri bentuknya menyerupai sabuk yang menjadi pembatas pergerakan harga. Apakah Anda menemukan sesuatu dari gambar diatas? Ya, apabila terjadi ketidak seimbangan antara demand dan supply, maka Bollinger Bands akan lebih melebar dibandingkan kondisi seimbang.

Sebagai contoh dari gambar di atas. Grafik merupakan tampilan GBPUSD 1h pada tanggal 2 Mei 2007. Nampak ketika terjadi kenaikan harga maka sabuk mengembang begitu rupa dibandingkan dengan keadaan pada saat tidak ada trend atau trend tidak cukup kuat. Bahkan pada saat tertentu sabuk menjadi begitu menyempit. Keadaan demikian boleh jadi akan menunjukkan dua kemungkinan. Pertama adalah dikarenakan memang transaksi sedang benar-benar sepi atau kedua adalah dikarenakan kebanyakan pelaku pasar sedang menunggu sebuah berita untuk melakukan aksi pembelian/ penjualan selanjutnya.

Sebagai volatility indicator, sebenarnya Bollinger Bands tidak dapat berdiri sendiri. Indikator ini biasanya digunakan hanya sebagai indikator awal untuk mengukur harga relatif dan volatility (volatile = mudah berubah – volatility = tingkat kecepatan dalam berubah). Bollinger Bands bukanlah indikator action, jadi memang disarankan jika menggunakan indikator satu ini, gunakan juga indikator lain sebelum mengambil keputusan untuk buy atau sell.

Karakter Bollinger Bands dan Penggunaan Bersama RSI

Setiap indikator tentulah punya karakter masing-masing. Begitu juga dengan indikator satu ini. Satu hal yang unik yang dimilikinya adalah Bollinger Bands memampukan tiap-tiap orang menginterpretasikan indikator ini dengan caranya masing-masing. Meski ada beberapa aturan baku dalam Bollinger Bands, tetapi bisa saja trader satu dengan trader lainnya memiliki cara yang berbeda dan penggunaan yang berbeda dalam memakai Bollinger Bands. Berikut adalah karakter umum yang berlaku pada Bollinger Bands:
  • Bollinger Bands adalah indikator awal yang tidak dapat dipakai sebagai indikator action.Harus diapakai bersama indikator lainnya. Tentukan salah satu indikator yang terbaik bagi Anda sebagai indikator action, namun jangan memakai indikator action lebih dari satu. Beberapa indikator action yang baik adalah RSI, Stochastic ataupun momentum. Terserah Anda.
  • Pada umumnya harga akan bergerak dalam sabuk, namun demikian dapat juga harga bergerak diluar dari sabuk. Ini dapat berarti akan terjadi reversal atau malah sebaliknya penguatan trend yang sedang berlangsung. Untuk mengetahuinya Kita dapat melihat indikator action yang Kita pakai.
  • Penentuan periode dalam Bollinger Bands juga berpengaruh disini. Semakin kecil periode yang dipakai maka lebar sabuk akan semakin kecil dan demikian sebaliknya.


Jika Bollinger Bands Kita gabungkan dengan RSI, demikian hasilnya:
  • Bila harga berada diluar upper band atau sama, sementara RSI masih berada dibawah zona overbought, maka ini berarti akan ada kelanjutan trend yang sedang terjadi. Sebaliknya bila RSI sudah berada diarea overbought dan sedang meninggalkan area overbought, maka ini berarti akan ada pembalikan trend dalam beberapa candle kedepan.
  • Bila harga berada diluar lower band atau sama, sementara RSI masih berada dibawah zona oversold, maka ini berarti akan ada kelanjutan trend yang sedang terjadi. Sebaliknya bila RSI sudah berada diarea oversold dan sedang meninggalkan area oversold, maka ini berarti akan ada pembalikan trend dalam beberapa candle kedepan.
Nah, mari Kita lihat gambar berikut:



Perhatikan area yang dilingkari dan besar smoothing RSI. Pada 1.1932, besar smoothing RSI adalah 39.9429 dan harga telah menembus upper band dua kali secara berturut-turut. Ini mengindikasikan bahwa akan terjadi penerusan trend yang baru saja dimulai. Dalam kenaikan harga, tercatat beberapa kali juga harga menembus upper band namun RSI belum juga meninggalkan overbought area. Ini berarti trend masih akan terus terjadi sampai RSI meninggalkan overbought area.
 
Sekarang bandingkan dengan gambar berikut ini:
 
 
 
Pada area yang Saya lingkari smoothing RSI bernilai 31.7379 dan harga telah menembus lower band tiga kali dengan bullish candle. Dengan demikian diperkirakan akan terjadi pembalikan trend seperti terlihat pada candle berikutnya. Kenapa Saya dapat memberikan perkiraan bahwa akan terjadi pembalikan trend dari bearish menuju bullish? Itu karena selain indikator action Saya menunjukan harga telah meninggalkan oversold area dan mengarah menuju overbought area.

Dapat disimpulkan dari penggunaan contoh disini, sebenarnya pemaduan Bollinger Bands dengan indikator lainnya dapat Kita lakukan bila Kita memahami penggunaan indikator lain tersebut dengan benar. Penggunaan indikator yang tepat akan menghasilkan keputusan yang saling menguatkan dan menunjang sehingga diperoleh berbagai keuntungan. Semakin Kita memahami penggunaan indikator action maka semakin besar kesempatan Kita memanfaatkan Bollinger Bands sebagai volatilitiy indicator.
  
 
 

Iklan Kotak

 

Belajar Forex. Copyright 2012 by Organisasi Bantuan Kemasyarakatan Converted Bank Negara Indonesia