Dan dari hasil survei dan pendapat para trader, bahwa: “pergerakan harga di pasar uang tersebut terbentuk dari kekeliruan dari para trader dalam menterjemahkan arah pergerakan harga” dikutip dari : http://edukasi.kompasiana.com || sudah saatnya "dancing with the market" http://forekita.blogpsot.com|| The One Stop Service for MQL 4, by :http://mqlcoder.weebly.com||ikut iklanin blog kamu? klik daftar
Tampilkan postingan dengan label indikator. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indikator. Tampilkan semua postingan

Market Profile

1 komentar
Ada beberapa contoh Market profile yang di buat sesuai petunjuk aturan beserta bentuknya. Jika kita telah lebih lanjut akan sama dengan bentuk dan pola pada candle stick. Bisa jadi menjadi trading style tersendiri. Untuk itu kita lihat contoh penggunaanya.





cara tersebut lebih memudahkan dan lebih menyenangkan bila dibandingkan yang lain. Tapi kembali lagi sesuai dengan kriteria dan cara trading style masing-masing.




sumber :http://forekita.blogspot.com/2011/03/market-profile.html




















































































































































































































































FIBONACCI

1 komentar

Jika anda tanyakan kata fibonacci pada ahli matematika, sebagian besar dari mereka mungkin akan menjawab deret hitung. Ya fibonacci memang lebih banyak dikenal dari deret hitung yang diciptakannya.
Jika anda tanyakan kata fibonacci pada ahli matematika, sebagian besar dari mereka mungkin akan menjawab deret hitung. Ya fibonacci memang lebih banyak dikenal dari deret hitung yang diciptakannya. Namun jika anda tanyakan pada trader atau investor, jawaban mereka mungkin sangat berlainan dari deret hitung. Kebanyakan dari mereka mungkin akan menjawab fibonacci sebagai salah satu teknik analisa pergerakan harga. Khususnya mengenai support, resistance, dan retracement.
Leonardo Fibonacci merupakan ahli matematika, lahir di Italia sekitar tahun 1170. Dia,  dianggap sebagai The Greatest European Mathematician of Middle Ages”, berhasil menemukan sebuah deret hitung matematika dan termasuk sebagai orang pertama yang memperkenalkan sistem angka Hindu – Arab.


1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, …

Itulah deret hitung fibonacci yang dihasilkan dengan menjumlahkan dua angka awal untuk mendapatkan angka-angka setelahnya. Angka-angka tersebut digunakan oleh Fibonacci untuk menjelaskan pertumbuhan ideal dari populasi kelinci. Dari deret hitung ini juga dihasilkan rasio-rasio yang banyak dikenal dengan sebutan golden ratio. Namun kita tidak akan membahas lebih lanjut mengenai hal tersebut, pembahasan lebih lanjut akan berfokus pada teori dan aplikasi metode analisa dengan Fibonacci ini.

Dari sekian banyak jenis analisa dari metode Fibonacci, terdapat empat jenis yang memiliki popularitas tinggi yaitu arc, fan, retracement, dan time zone.

Fibonacci Arc

Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, arc berarti busur atau lengkungan. Dan memang bentuk dari arc menyerupai busur. Fibonacci Arc didapatkan dengan menarik garis virtual dari dua titik ekstrim yang terjadi. Harga terendah dengan harga tertinggi, lalu tiga garis arc digambarkan dengan nilai tengah berada di garis arc kedua, ketiga garis arc tersebut melibatkan rasio Fibonacci di level 38.2%,50.0%, dan 61.8%.



Gambar 1
Pada gambar 1 terlihat bahwa di titik 1, 2, dan 3 memberikan indikasi adanya level support dan resistance ketika harga sedang bergerak naik dan turun.
Interpretasi dari arc melibatkan antisipasi terhadap level support dan resistance ketika harga mendekati arc. Teknik umum yang digunakan adalah menggunakan kombinasi dari Fibonacci Arc dan garis Fibonacci Fan dan mendapatkan support dan resistance dari titik pertemuan kedua garis tersebut. Namun titik pertemuan yang representatif dan signifikan untuk dijadikan dasar analisa antara Fibonacci Arc dengan Fibonacci Fan tidak akan terlalu sering dapat ditemukan. Hal ini dapat disebabkan oleh skala grafik yang ada. Support dan resistance yang dihasilkan dari titik pertemuan antara Fibonacci Arc dengan Fibonacci fan merupakan sebuah support dan resistance yang kuat.
Gambar 2
Yang perlu diperhatikan adalah skala yang digunakan dalam grafik, karena crossing harga dari Arc sangat bervariasi tergantung dari skala grafik yang digunakan.

Fibonacci Fan

Garis Fibonacci Fan didapatkan dengan menggambarkan garis trend virtual yang menghubungkan harga terendah dengan harga tertinggi ataupun sebaliknya. Fibbonacci fan menghasilkan tiga buah garis trend dengan level Fibonacci berada di 38.2%, 50%, dan 61.8%.

Gambar 3
Pada gambar 3 terlihat bahwa garis Fibonacci Fan dapat memberikan level-level support dan resistance ketika harga berusaha untuk melewati atau melakukan penetrasi.


Penggunaan garis fibbonacci fan ini hampir sama dengan penggunaan arc, namun menjadi lebih sederhana karena bentuknya merupakan garis trend. Penetrasi terhadap garis ini merupakan kunci analisa sebagai level support dan resistance. Selain itu, karena bentuknya merupakan garis trend, perubahan arah trend kadangkala dapat terlihat dari penembusan garis Fibbonacci Fan ini.

Fibonacci Retracement


Banyak analis dan trader yang memiliki gaya dan karakteristik analisa berdasarkan pergerakan koreksi atau rebound dari harga. Mereka akan berusaha untuk mencari harga tertinggi atau terendah lalu mengambil posisi setelahnya. Pandangan bahwa harga akan berbalik arah (retrace) dari pergerakan awal setelah terjadi pergerakan yang cepat memang bukan hal yang asing lagi dan untuk mendapatkan level-level tujuan pergerakan harga setelah pergerakan yang cepat dengan sifat support maupun resistance, Fibonacci Retracement dianggap sebagai salah satu yang terbaik.



Untuk mendapatkan Fibonacci Retracement, yang perlu dilakukan adalah menarik sebuah garis trend virtual antara harga terendah dengan harga tertinggi, begitu juga sebaliknya, lalu dihasilkan level-level support dan resistance dari rasio-rasio Fibonacci.



Support dan resistance di gambarkan dengan bentuk garis horizontal yang mewakili level Fibonacci dari 0.0%, 23.6%, 38.2%, 50%, 61.8%, 100%, 161.8%, 261.8%, 423.6%. Mungkin tidak semua level tersebut akan tampak dalam grafik karena memiliki nilai yang berjarak sangat jauh.



Gambar 4
Dalam Gambar 4 terlihat bahwa setiap rasio fibonacci atau garis horisontal fibonacci retracement kemungkinan akan menjadi level-level support resistance dari pergerakan harga. 


Jika harga berhasil melewati salah satu garis horisontal, maka harga kemungkinan akan menuju garis horisontal selanjutnya dan jika harga tidak berhasil melewati sebuah garis horisontal maka harga kemungkinan akan kembali menuju garis horisontal sebelumnya. Sebagai contoh, pada gambar 4, garis horisontal dengan rasio 50%, sedang dicoba oleh harga untuk dilewati (titik 2), namun harga tidak berhasil melewati, maka harga akan kembali bergerak menuju garis horisontal sebelumnya (rasio 38.2%) dan seterusnya.



Setelah adanya pergerakan harga yang cepat, harga memiliki kecenderungan untuk bergerak berbalik arah (retrace) dari pergerakan cepat sebelumnya. Ketika terjadi retrace harga, support dan resistance biasanya muncul di atau dekat dari level Fibonacci Retracement. 



Fibonacci Time Zone



Fibonacci Time Zones merupakan sebuah seri garis vertikal. Garis-garis vertikal ini memiliki jarak sesuai dengan interval fibbonacci yaitu 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, dan seterusnya.



Fibonacci Times Zones ini digunakan untuk melihat apakah terdapat pergerakan harga yang signifikan disekitar garis-garis vertikal tersebut.


Gambar 5
Coba perhatikan gambar 5, dalam gambar tersebut terlihat bahwa terdapat pergerakan harga yang cukup signifikan ketika harga mendekati dan melewati garis-garis vertikal dari fibonacci time zone.


Metode analisa dengan menggunakan fibbonacci memang tidak ditujukan untuk menghasilkan sinyal beli dan jual ataupun timing masuk dan keluar pasar, namun metode fibonacci sangat berguna untuk menentukan area support dan resistance. Banyak analis menggunakan fibbonacci digabungkan dengan metode analisis lainnya seperti Elliott Wave untuk menghasilkan gambaran perpanjangan pergerakan retrace dan gelombang harga lainnya.



sumber : 










































































































































Bollinger Band

0 komentar

Bollinger Band terdiri dari tiga garis – atas, tengah, dan garis bawah – yang digunakan untuk melihat pergerakan harga dalam jangka waktu tertentu. Teknik ini dikembangkan dengan menggunakan moving average dengan dua garis patokan trading.
Konsep Dasar

Bollinger Band ditemukan oleh John Bollinger pada awal tahun 80-an dan telah menjadi salah satu analisa teknikal yang banyak digunakan oleh para trader dan analis pasar. Bollinger Band terdiri dari tiga garis – atas, tengah, dan garis bawah – yang digunakan untuk melihat pergerakan harga dalam jangka waktu tertentu. Teknik ini dikembangkan dengan menggunakan moving average dengan dua garis patokan trading. Dalam perhitungannya, Bollinger Band tidak menggunakan kalkulasi persentase seperti moving average pada umumnya, melainkan melalui penambahan dan pembagian kalkulasi standar deviasi.



Apa artinya hal itu? Standar deviasi adalah sebuah rumus matematika yang mengukur volatilitas, menunjukkan bagaimana harga dapat berfluktuasi disekitar ‘nilai sebenarnya’. Hampir semua pergerakan harga dapat dipastikan bergerak diantara dua garis Bollinger. 


Bollinger Band terdiri dari satu garis tengah dan dua garis channel harga, satu diatas garis tengah dan satu dibawah. Garis tengah adalah sebuah exponential moving average, bisa juga menggunakan simple moving average dan garis channel adalah standar deviasi dari harga. Garis channel harga akan bergerak meluas dan menyempit sesuai dengan pergerakan harga yang terjadi. Garis tengah digunakan sebagai basis untuk menghitung garis atas dan garis bawah.

Rumus Bollinger Band
Untuk menghituing Bollinger, biasanya 20 periode akan digunakan sebagai default, tetapi angka ini bisa saja disesuaikan dengan keinginan dan tujuan kita.

Garis Tengah Bollinger Band = Exponensial/Simple Moving Average 20 Periode
Garis Atas Bollinger Band = Garis Tengah Bollinger + (2 * Standar Deviasi 20 Periode)
Garis Bawah Bollinger Band = Garis Tengah Bollinger – (2 * Standar Deviasi 20 Periode)

Dua hal penting yang didapat dari Bollinger Band adalah kisaran (BandWidth), ukuran relative dari jarak antar garis, dan %b, ukuran dimana posisi harga terakhir dibandingkan dengan garis Bollinger.
BandWidth = (Garis Atas Bollinger – Garis Bawah Bollinger) / Garis Tengah Bollinger
%b = (Harga Terakhir – Garis Bawah Bollinger) / (Garis Atas Bollinger – Garis Bawah Bollinger)

Overbought dan oversold

Harga mungkin akan bergerak dalam sebuah tren untuk jangka waktu tertentu walaupun didalamnya terdapat volatilitas. Untuk melihat tren lebih baik, banyak trader menggunakan moving average sebagai filter volatilitas pergerakan harga. Dengan cara ini, trader dapat mengumpulkan informasi mengenai bagaimana pergerakan pasar, seperti, setelah kenaikan atau penurunan yang tajam, harga mungkin akan berkonsolidasi, bergerak dalam kisaran yang pendek dan berulang kali bergerak disekitar garis moving average. Untuk memonitor perilaku harga seperti ini dengan lebih baik dapat digunakan channel harga, yang memang didesain untuk mencakup aktivitas pergerakan harga disekitar tren. 

Dalam Bollinger Band, garis atas menggambarkan kawasan ‘overbought’, sedangkan garis bawah menggambarkan kawasan ‘oversold’. Kebanyakan analis pasar dan trader menggunakan Bollinger Band digabung dengan analisa teknikal lainnya untuk memberikan gambaran yang lebih baik dari pergerakan harga saat ini.


Ketika menggunakan Bollinger Band, garis atas dan garis bawah biasanya sebagai target pergerakan harga. Ketika harga menjauhi garis bawah dan melewati keatas garis moving average dengan periode 20, yang juga merupakan garis tengah pada Bollinger Band, garis atas biasanya akan menjadi target pergerakan harga selanjutnya. Dalam tren naik yang kuat, biasanya harga bergerak antara garis atas dengan garis tengah, dan dalam tren turun yang kuat, harga biasanya akan bergerak antara garis tengah dan garis bawah. Jika harga melewati garis tengah, ke atas maupun ke bawah, biasanya diidentikan dengan akan adanya pergantian arah tren.

Strategi Sederhana

Memang banyak trader dan analis pasar menggunakan Bollinger Band digabungkan dengan analisa teknikal lainnya, tetapi dari Bollinger Band sendiri dapat dihasilkan sebuah strategi sederhana yang hanya menggunakan garis atas dan garis bawah untuk membuat keputusan trading.

Strateginya adalah membuat posisi ketika terjadi penembusan harga pada garis atas maupun bawah. Membuat posisi beli setelah harga menembus garis bawah dimana harga dianggap dalam kondisi oversold. Biasanya, ketika garis bawah telah ditembus oleh harga karena adanya aksi jual yang besar, harga akan berbalik arah dan menjauhi garis bawah mendekati garis tengah. Begitu juga dengan sebaliknya, ketika garis atas ditembus oleh harga lalu membuat posisi jual, harga biasanya akan berbalik arah menajuhi garis atas dan mendekai garis tengah. Ini adalah scenario utama dari strategi sederhana yang dapt dihasilkan dari Bolliner Band dan mencoba untuk mendapatkan keuntungan darinya.


Namun strategi ini membutuhkan konfirmasi berupa harga penutupan (closing price) yang berada diluar garis atas maupun garis bawah dari Bollinger Band. Jika konfirmasi tidak muncul tidak disarankan untuk membuka posisi.

Pada gambar 3 dan 4, diperlihatkan adanya pembalikan arah ketika harga ditutup diluar garis Bollinger Band baik atas maupun bawah. Posisi beli dapat dibuat ketika harga ditutup diluar garis Bollinger Band Bawah dan posisi jual dapat dibuat ketika harga ditutup diluar garis Bollinger Band Atas. Pada gambar tersebut terlihat harga bergerak menuju garis tengah setelah ditutup diluar garis Bollinger atas maupun bawah.

Tetap hati-hati

Seperti yang anda ketahui, bahwa setiap strategi memiliki kelemahan tersendiri, dan tidak terkecuali yang ini. Pada contoh berikut ini akan diperlihatkan keterbatasan dari strategi sederhana ini dan apa yang akan terjadi ketika sesuatu berjalan tidak sesuai dengan apa yang kita rencanakan.

Ketika strategi tidak berjalan semestinya, garis bawah dan atas masih terus tertembus dan harga terus bergerak diluar garis Bollinger atas dan bawah. Sayangnya harga tidak berbalik arah dengan cepat, dan hal ini dapat berimbas pada jumlah kerugian yang signifikan terhadap posisi yang ada. Dalam jangka yang lebih panjang, strategi sederhana ini sering benar, tetapi kebanyakan trader tidak akan tahan terhadap pergerakan harga yang terjadi sebelum harga kembali berbalik arah.


Strategi terbaik untuk melindungi kita dari ketidakberhasilan Bollinger Band ini adalah dengan menempatkan stop-loss order pada level tertentu. Dan yang perlu diingat bahwa ‘market timing’ memiliki peranan yang besar jika kita trading dengan menggunakan Bollinger Band.


Aturan Dasar
Berikut ini adalah beberapa aturan dasar dalam penggunaan Bollinger Band yang dapat dijadikan sebagai titik awal yang baik:


  • Bollinger Band menyediakan definisi relative dari high dan low.
  • Definisi relative tersebut dapat digunakan untuk membandingkan pergerakan harga dan pergerakan indikator yang akan menghasilkan keputusan trading.
  • Indikator yang sesuai bisa didapat dari momentum, volume, sentiment, open-interest, inter-market data, dan lain-lain.
  • Volatilitas dan tren telah diperhitungkan dalam pembentukan Bollinger Band, jadi penggunaannya dalam konfirmasi pergerakan harga tidak direkomendasikan.
  • Indikator yang digunakan untuk konfirmasi usahakan untuk tidak saling berhubungan satu dengan yang lain. Dua indikator dari kategori yang sama tidak meningkatkan konfirmasi. Hindari kolinearitas.
  • Bollinger Band juga dapat digunakan untuk melihat pola seperti double top, double bottom, dan pergantian momentum.
  • Harga dapat bergerak diluar garis Bollinger Band atas maupun bawah.




















































































































































Iklan Kotak

 

Belajar Forex. Copyright 2012 by Organisasi Bantuan Kemasyarakatan Converted Bank Negara Indonesia