Dan dari hasil survei dan pendapat para trader, bahwa: “pergerakan harga di pasar uang tersebut terbentuk dari kekeliruan dari para trader dalam menterjemahkan arah pergerakan harga” dikutip dari : http://edukasi.kompasiana.com || sudah saatnya "dancing with the market" http://forekita.blogpsot.com|| The One Stop Service for MQL 4, by :http://mqlcoder.weebly.com||ikut iklanin blog kamu? klik daftar

Bersedekahlah! Pendapatan akan Bertambah



"Harta itu sungguh tidak berkurang dengan sedekah" (HR. Muslim dan Tirmidzi)

"Perumpamaan orang yang menginfakan hartanya dijalan Allah, seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang Ia kehendaki dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui" (Al-Baqarah 261)

Seringkali kita mendengar testimony dari seorang yang memiliki kebiasaan mengeluarkan sedekah. Semakin banyak sedekah semakin banyak pula yang di dapatkan. Selain itu dengan banyak sedekah juga bisa mendatangkan kebahagiaan, bertambahnya rizki dan terhindar dari bala. Dalam ajaran agama manapun melalui kitab sucinya selalu menganjurkan umatnya agar bersedekah atau menyisihkan harta untuk orang yang kurang beruntung. Dalam Islam kita menemukan ayat yang menyebutkan bahwa jika kita memberi satu kebaikan, maka Allah akan melipatgandakan menjadi 700 kebaikan. Sunguh janji Allah pasti benar adanya jika seorang mensedekahkan sebagian hartanya dengan hanya mengharap Ridlo-Nya.
Anjuran agama bahwa dengan banyak sedekah akan mendatangkan kebahagiaan, mendatangkan rizki serta menghindari bala, secara ilmiah telah diteliti kebenarannya oleh para ilmuwan dari Universitas British Columbia dan Universitas Harvard. Menurut mereka bahwa orang yang suka bersedekah setiap hari akan lebih bahagia. Bersedekah merupakan cara sederhana yang luar biasa untuk mendapatkan kebahagiaan, dan menghindari bala.
Para ilmuwan tersebut melakukan survai terhadap sejumlah masyarakat umum. Kelompok pertama adalah orang yang mendahulukan kesenangan sendiri dan punya gaji sekitar USD1.714 per bulan (sekitar Rp15,8 juta). Kelompok kedua adalah orang yang berjiwa sosial karena senang bersedekah meski gajinya sekitar USD146 per bulan (Rp1,3 juta). Hasilnya, ternyata orang yang lebih suka menyenangkan diri sendiri tak berhubungan dengan tingkat kebahagiaan mereka. Namun, orang yang punya jiwa sosial tinggi dengan cara bersedekah secara signifikan memiliki tingkat kebahagiaan yang tinggi. Lalu bagaimana dengan sebuah perusahaan, apakah juga jika mengeluarkan sebagian harta atau senang bersedekah juga akan memperoleh kebahagiaan? Diberikan kemudahan-kemudahan dalam segala urusan, ditambah pendapatannya sehingga lebih banyak manfaatnya bagi orang lain? Tulisan ini akan mengungkap beberapa perusahaan yang keluar dari krisis setelah sedekah dan bagaimana dampaknya bagi perusahaan yang biasa mengeluarkan sedekah?

Berkah sedekah
Berbagai masalah yang menimpa sebuah perusahaan hingga berlarut-larut tidak menemui jalan keluarnya, bahkan menjadi persoalan yang akut bisa jadi disebabkan dua hal, Pertama rendahnya semangat karyawan yang ada di perusahaan tersebut untuk bersedekah atau karena, Kedua rendahnya perusahan untuk mengeluarkan sedekah dari keuntungan yang diperolehnya.
Memang logika ilmiah barangkali tidak bisa menerima pandangan yang berbau mistik ini. Apa hubungan antara persoalan perusahaan dengan sedekah? Pandangan umum akan mengatakan, jika perusahaan "sakit" kemungkinannya adalah persoalan manajemen atau yang lainnya tidak ada hubungan antara sedekah dan krisis di perusahaan. Tapi kita perlu ingat bahwa ada kekuatan Ilahiah yang tidak bisa dilogikakan jika hal itu benar-benar terjadi dalam diri kita. Semua itu hanya butuh satu kata, Keyakinan yang tulus bahwa apapun bisa terjadi jika Dia berkendak.
Seorang Bankir/pengelola sebuah Bank Swasta di Indonesia yang sedang mengalami krisis Ia mengadu kepada seorang Ustad tentang kondisi Bank yang dipimpinnya. Bank yang di pimpinnya mengalami krisis padahal ia sudah berusaha semaksimal mungkin agar kondisi krisis tersebut cepat selesai. Seorang ustad menyarankan agar perusahaan tersebut memperbanyak bersedekah. Akhirnya selama beberapa pekan, bank tersebut setiap pagi sebelum jam kerja dimulai, mereka mengumpulkan anak yatim di kantor mereka dan diberikan sedekah. Dan begitu terus rutinitas sebelum masuk kantor yang mereka budayakan di kantor mereka. Dan dalam beberapa pekan perusahaan bank swasta tersebut terlepas dari krisis. Keyakinan bahwa dengan semakin banyak memberi maka akan semakin banyak menerima juga telah dibuktikan dan  dipraktekkan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang catering dari Surabaya. Dalam waktu setahun asset perusahaan mereka bertambah dua kali lipat dan perusahaan yang mereka kelola juga berkembang menjadi tiga perusahaan. Bahkan Usaha catering mereka termasuk usaha terbesar kedua di Surabaya. Keberkahan sedekah juga dirasakan sebuah perusahaan penerbitan yang khusus menerbitkan Al Qur'an.

Menurut penuturan pemiliknya Hasan Toha Putra ketika perusahaannya mengalami masalah, maka ia menyuruh stafnya untuk mengeluarkan sedekah, terbukti setelah itu masalah bisa diatasi. Tidak hanya perusahaan tersebut yang sudah merasakan dampak dari keberkahan bersedekah, tetapi sudah puluhan bahkan ratusan. Artinya bahwa kedahsyatan sedekah sudah menjadi fakta sosial. Karenanya keadaannya tidak lagi membutuhkan pembuktian bagaimana itu bisa terjadi. Semua itu hanya butuh keyakinan dan keteguhan yang kuat bahwa sedekah yang kita berikan hanya menjalankan perintah-Nya, hanya karena Allah. Selain itu barang yang disedekahkan juga berasal dari yang baik dan halal termasuk cara memperolehnya. Inilah prasyaratnya. Jadi keberkahan bahwa sedekah bisa menolak bala' itu itu bukan sedekahnya, tetapi Allah yang menjaga kita dan melindungi kita dari semuanya. Energi cinta, kasih sayang yang lahir dari sedekah yang kita berikan kepada mereka yang membutuhan. Semakin banyak pemberian yang kita berikan dan dirasakan manfaatnya bagi orang lain, khususnya mereka yang kurang mampu. Manakala mereka yang kita berikan sedekah menengadahkan tangannya berdo'a dengan do'a yang dahsyat untuk keselamatan dan kestabilan perusahaan kita, maka semakin kuat tameng untuk menghindar dari bala', musibah atau masalah. Bukankah do'a mereka adalah do'a yang makbul.
Dengan perantaraan sedekah yang kita berikan kita mengharapkan pertolongan sang Maha Adil dan Maha Segalanya, melalui do'a-do'a mereka pula segala kesulitan akan lebih mudah terselesaikan. Intinya kita menyogok Allah SWT., dengan sedekah dan berharap Dia mau membantu serta mempermudah penyelesaian masalah yang kita hadapi.

Sedekah menambah pendapatan
"Pancinglah rizki dengan shodaqoh" (Ali Bin Abi Thalib) 

Bila kita memakai teorinya sayyidina Ali bin Abi Thalib tersebut, kita bisa memahami bahwa semakin besar umpan yang kita gunakan untuk memancing tentu akan mendapatkan ikan yang besar pula. Tetapi bila kita hanya memakai umpan yang kecil pasti & ikan yang didapat juga kecil. Berarti dengan sedekah harta akan bertambah bukan malah berkurang seperti logika matematis kita. Begitu juga dalam bisnis, akan berlaku hukum yang sama. Semakin banyak perusahaan mengeluarkan sedekah, maka akan semakin besar pula pendapatannya dan keberkahannya.
Hal ini dibuktikan Hasan Toha Putra pemilik penerbit yang khusus menerbitkan Al Qur'an ini mengatakan dengan mengutip surat Saba' ayat 39, "Barang siapa menafkahkan hartanya, maka Dia akan menggantinya dengan yang lebih baik". 
Bagi Hasan Toha Putra, dengan berzakat/ bersedekah harta seseorang tidak akan berkurang, bahkan akan bertambah jumlahnya dan berkah. Menurutnya Perusahaan yang dipimpinnya saat ini terus berkembang bukti berkah zakat dan sedekah yang dikeluarkannya. Tidak hanya perusahaannya, semua karyawannya juga diminta untuk mengeluarkan sedekah jika perusahaan tempatnya tidak ingin pailit atau bangkrut. Bahkan, berdasarkan keyakinan itu Hasan membuat kebijakan bisnis yang tergolong unik. Jika kebanyakan kaum muslim mengeluarkan zakat/ sedekah yang besarnya tergantung pada pendapatan yang diperolehnya, Hasan justru sebaliknya, yaitu memasok target penerimaan dan laba perusahaan berdasarkan dengan besarnya zakat/sedekah yang dikeluarkan. Kebijakan tersebut dilandasi keyakinan bahwa ternyata semakin besar zakat atau sedekah yang dikeluarkan perusahaan, semakin besar pula keuntungan yang didapatkan perusahaan. Sudah barang tentu semua itu juga harus dilandasi dengan semangat ikhlas hanya mencari ridlo-Nya dan diikuti dengan usaha dan kerja keras tidak dengan leha-leha.
Sebagai bahan renungan kita semua, Rasulullah SAW., juga menjelaskan pentingnya bersedekah dan bahayanya pelit dan kikir melalui haditsnya: Setiap awal pagi, pada saat terbit matahari, ada dua Malaikat yang berdo'a kepada Allah. Yang satu berdo'a Ya Allah, karuniakanlah ganti kepada orang yang menginfaqkan hartanya karena Allah sedang Malaikat yang satu satu lagi berdo'a. Berikanlah kebinasaan kepada orang yang menahan hartanya (kikir). Bagaimana dengan kita. [Maksun, dari berbagai sumber]

0 komentar:

Poskan Komentar

Iklan Kotak

 

Belajar Forex. Copyright 2012 by Organisasi Bantuan Kemasyarakatan Converted Bank Negara Indonesia